Komunitas

Kelompok Tani Hisbul Waton:  Belum Kantongi Izin Edar, Jual Beras Hasil Panen ke Warga Sekitar

Kelompok Tani Hisbul Waton mengaku belum mengantongi izin edar, sehingga memilih menjual beras hasil panen ke warga sekitar.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ign Agung Nugroho
Warta Kota/Miftahul Munir
Ketua Kelompok Tani Hisbul Waton, Kalideres, Jakarta Barat, Putra Aryapramuja bersama Pemkot Jakbar, Selasa (15/3/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekelompok orang mengatasnamakan Tani Hisbul Waton di kawasan Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat memanen padi yang mereka tanam beberapa bulan lalu.

Saat ini, padi yang sudah panen dan menjadi beras itu, dikemas ke dalam karung dan jual ke warga sekitar.

Ketua Kelompok Tani Hisbul Waton, Kalideres, Jakarta Barat, Putra Aryapramuja menjelaskan, pihaknya mengelola sekira 40 hektar sawah di kawasan Semanan, Kalideres.

Satu hektar di sana, bisa memanen padi sebanyak tujuh ton, dan jika dikali 40 hektar maka totalnya 280 ton.

"Pengolahan sawah itu diolah oleh dua bagian di dalam kelompok tani, pertama bagian pengolahan sawah dan satu lagi bagian pengemasan serta promosi," ujar Putra, Selasa (15/3/2022).

Agar menjaga kualitas beras, kelompok tersebut memilah beras yang hancur secara manual.

Dalam sehari, pihaknya bisa mengemas sebanyak 200 kantong beras berukuran enam liter.

Putra mengaku, hal ini supaya warga benar-benar merasakan, bahwa pihaknya menjuak beras tanpa ada yang hancur.

"Kami pastikan beras di sini utuh karena yang pecah kami pisahkan, makanya kami bisa jual Rp 12.000 per kilogramnya," ucapnya.

Putra menambahkan, proses pengemasan pihaknya dibantu Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat.

Bahkan, Sudin KPKP mendesign logo kemasan agar menarik peminat untuk membeli beras hasil panen.

Sayangnya, Putra tidak bisa menjual beras tersebut ke pasar karena belum memiliki izin edar seperti merek beras lainnya.

"Sejauh ini kita hanya pasarkan dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok saja, ada juga yang beli langsung ke kami di sini," tuturnya.

Ia pun berharap, Pemerintah Kota Jakarta Barat bisa segera membantu pihaknya dalam pembuatan izin edar.

Sehingga, para petani dan pegawai lainnya bisa merasakan hasil dari menanam padi di DKI Jakarta.

"Jika sudah ada izin edar, kami bisa bersaing dengan produk beras lain di pasaran," kata Putra. (m26)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved