Berita Nasional

Peran Bunda Literasi Dukung Generasi Muda Gemar Membaca

Bunda literasi berperan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang gemar membaca.

Istimewa
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Sinta Rosmayenti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Periode 2022-2024, Senin (14/3/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bunda literasi berperan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang gemar membaca.

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, bunda literasi dapat mendorong budaya baca masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadi tumpuan masa depan bangsa. 

"Dengan begitu, bunda literasi mendukung generasi muda dalam menyambut masa depan yang cemerlang," kata Syarif Bando dalam keterangan persnya selepas mengukuhkan Sinta Rosmayenti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Paser, Kalimantan Timur  Periode 2022-2024, Senin (14/3/2022).

Dia menjelaskan, saat ini, literasi tidak hanya kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. 

Literasi memiliki makna luas, yakni kedalaman seseorang atas sebuah pengetahuan yang kelak dapat digunakan untuk menciptakan barang atau jasa yang bermutu tinggi, dan mampu bersaing di kancah internasional.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Sinta Rosmayenti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Paser, Kalimantan Timur  Periode 2022-2024, Senin (14/3/2022).
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Sinta Rosmayenti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Periode 2022-2024, Senin (14/3/2022). (Istimewa)

"Literasi berbicara tentang apa yang mau kita produksi dan bisa dipasarkan secara luas. Segala benda yang nilainya tinggi pasti harganya mahal, tapi semuanya bisa dipelajari dengan membaca,” jelas Syarif Bando.

Bupati Paser, Fahmi Fadli, mengungkapkan bahwa meskipun masih berjuang dalam pengembangan minat baca dan infrastruktur, pihaknya senantiasa berupaya untuk memperbaiki keadaan. 

Hal ini dilakukan dengan menjalin sinergi bersama pihak terkait.

"Saya yakin diselenggarakannya kegiatan ini mampu menjadi titik awal untuk kemajuan Kabupaten Paser," kata Fahmi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menambahkan perpustakaan acap dianggap sebelah mata. 

Namun saat ini, dengan program yang diusung oleh Perpusnas yakni Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, perpustakaan bertransformasi menjadi ruang untuk masyarakat mendapatkan ilmu. 

Selain itu, perpustakaan menjadi tumpuan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Bukan berarti peran sekolah dan guru tidak penting, namun perpustakaan kelak menjadi alternatif pendidikan formal yang lebih disukai untuk mencari pengetahuan dengan cara belajar sendiri," kata
Hetifah.  (ign)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved