Berikut Tiga Tuntutan yang Diserukan Warga Rusun Marunda untuk Kementerian Perhubungan

Warga Rusun Marunda RW 07, 10 dan 11, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, gelar demo di depan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
Warga Rusun Marunda RW 07, 10 dan 11, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, gelar demo di depan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sejumlah Warga Rusun Marunda RW 07, 10 dan 11, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, gelar demo di depan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (14/3/2022).

Mereka menyatakan tiga tuntutan dalam aksi unjuk rasa di sana karena tempat tinggalnya dicemari oleh debu batu bara.

Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (F-MRM) Didi Suwandi mengatakan, tuntutan pertama adalah soal tanggungjawab terhadap lingkungan yang sudah dicemari.

Kedua harus bertanggungjawab kepada kesehatan masyarakat yang tinggal di Rusun Marunda.

"Ini sudah sekian lama batu bara di wilayah kami dan sudah sangat mengkhawatirkan," katanya.

Tuntutan ketiga tanggungjawab sosial kepada warga sekitar serta pemerintah harus berikan sanksi ke perusahaan.

Ia berharap, Kementerian Perhubungan harus segera mengambil sikap demi anak-anak generasi penerus bangsa.

Jangan sampai anak di bawah umur yang tinggal di Rusun Marunda terkena penyakit serius.

"Negara tidak boleh kalah dengan perusahaan dan kami menuntut kepada kemenhub, karena itu ada di KSOP Marunda di Pelabuhan Marunda," tegasnya.

Sebelumnya, Puluhan warga Rumah Susun Marunda menggelar unjum rasa di depan patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (14/3/2022) siang.

Mereka menggelar unjuk rasa karena protes dengan PT KCN di Pelabuhan Marunda karena sudah mecemari udara di lingkungan tempat tinggal warga.

Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda, Iswandi menjelaskan, di rusun tersebut ada sekira 29 tower dengan totak kepala keluarga sebanyak 29.000.000.

"Karena debu batu bara di hisap dan dihirup, sedangkan anak-anak kami sekolahnya tidk jauh dari PT KCN yaitu sekitar satu Km, ada dipelabuhan dalam pelabuhan," ucapnya.

(Wartakotalive.com/M26)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved