Politik

Rama Pratama Merasa Lebih Nyaman Beralih ke Dunia Teknokrat setelah Mundur dari Panggung Politik

Mantan politisi PKS, Rama Pratama, akhirnya menemukan kedamaian setelah terjun ke dunia teknokrat. Dia merasa lebih nyaman ketimbang politik.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Hironimus Rama
Mantan politisi PKS, Rama Pratama, kini menggeluti dunia teknokrat. Dia merasa lebih nyaman ketimbang bergelut di dunia politik yang penuh intrik. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Sosok Rama Pratama tentu tak asing bagi Anda yang memperhatikan dunia pergerakan mahasiswa pada dekade 1990-an.

Dia merupakan salah satu pentolan dari gerakan mahasiswa pada 1998 yang menumbangkan rezim Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Suharto.

Pada 1997-1998, Rama menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia.

Baca juga: Polisi Tangkap 28 Orang plus Celurit saat Grebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari Tanjung Priok

Saat terjadi pergolakan mahasiswa pada 1998, dia termasuk pentolan dari Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jabodetabek yang melakukan demonstrasi menuntut Presiden Suharto turun.

Setelah tamat dari Universitas Indonesia, Rama sempat bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan menjadi anggota DPR pada 2009-2014.

Namun beberapa tahun terakhir dia mundur dari panggung politik dan beralih menjadi teknokrat.

Saat ini Rama fokus menjalankan tugas sebagai Komisaris PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang bisnis satelit.

Baca juga: Tidak Ada Kompensasi Atas Tewasnya Syahril Nurdiansyah di Papua

Lalu apa yang mendorong Rama berbalik arah dari dunia politik ke dunia profesional ini?

Rama mengaku keinginan mundur dari panggung politik tidak lepas dari pemikirannya untuk memberi kontribusi lebih bagi bagi bangsa dan negara.

"Saya juga mengukur kapasitas dan kemampuan saya.Terus terang, ongkos politik sekarang makin mahal dan itu sudah di luar kapasitas saya," kata Rama, dalam wawancara eksklusif dengan Warta Kota baru-baru ini.

Tetapi dalam konteks sebagai aktivis, lanjut Rama, dia tetap ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Saya merasa dibekali kompetensi dan profesionalitas untuk berkontribusi di jalur teknokratis," tuturnya.

Baca juga: Reza Arap Resah Buntut Penetapan Tersangka Doni Salmanan, karena Pernah Dapat Saweran Rp 1 Miliar

Dia mengungkapkan awal kisah keluar dari partai politik, saat teman sekampusnya di UI Fahri Hamzah dipecat PKS pada 2016 silam.

"Saya termasuk yang membela dia. Bagi saya proses pemecatan itu menjadi gak asyik. Jadi ini personal saja. Tetapi saya nothing personal dengan semuanya. Itu pilihan yang saya terima konsekuensinya," jelas Rama.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved