Berita Karawang

Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Sirnaruju Disetop, Kejari Karawang Beralasan Uang Sudah Dikembalikan

Menurut Danie, selain kerugian negara yang sudah dikembalikan, penyidik juga mempertimbangkan manfaat pembangunan jembatan Sirnaruju

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Danie 

Akun itu berisikan video riview tentang suasana dan kondisi jembatan tersebut yang disebut-sebut menelan anggaran Rp 3,6 miliar.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri membantahnya.

Dia menegaskan pembangunan Sirnaruju merupakan bagian dari rencana pembangunan jalan lingkar Sirnaruju menuju obyek wisata  Curug Cigentis dan sekitarnya.

Pembangunan jembatan Sirnaruju harus dilakukan untuk konektivitas atas akses jalan yang layak dan nyaman.

"Jadi bukan buntu atau tidak ada manfaatnya, tapi justru sangat luas manfaatnya," kata Acep pada Rabu (2/3/2022).

Acep menerangkan, pembangunan jembatan itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPD).

Pembangunan jembatan bagian dari rencana pembangunan jalan lingkar menuju obyek wisata dan sudah tercantum dalam rencana pembangunan akses jalan daerah.

"Semuanya sudah direncanakan dengan baik, asas kebermanfaatannya. Baik untuk akses ke jalur wisata maupun akses bagi masyarakat setempat juga," beber dia.

Dia menerangkan proses pembangunan jalan dan jembatan itu sejak 2017. Akan tetapi pada 2019 terhenti karena keterbatasan anggaran dan pada 2020 hingga sekarang karena pandemi Covid-19.

"Kemudian proses penyelesaian akses jalan mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan kontruksi mengalami penundaan karena terkendala anggaran. Apalagi dalam kondisi sedang Covid-19, semua kegiatan pembangunan ditunda karena ada recofusing anggaran," katanya.

Baca juga: Tingkatkan Pendapatan Nelayan, Pemkab Karawang Menunggu Realisasi Pembangunan Pelabuhan Ikan Besar

Dia menambahkan, pembangunan jembatan dan jalan lingkar itu merupakan usulan dari Kepala Desa Mekarbuana yang melihat jalan existing menuju Curug Cigentis yang dilewati oleh Roda 4 dan Roda 2 sudah padat dan sering terjadi kecelakaan.

"Kami dari pemerintah daerah menilai usulan itu bermanfaat dalam pengembangan destinasi wisata disekitarnya. Secara ekonomi juga akan ada peningkatan ekonomi masyarakat dan Pendapat Asli Daera (PAD)," tandasnya. (MAZ

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved