Vaksinasi Covid19

Uji Klinis Tahap Dua Vaksin Merah Putih Butuh 405 Relawan, Bakal Dapat Uang Transportasi, Berminat?

Pelaksanaan uji klinis ini dilakukan setelah Vaksin Merah Putih mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Editor: Yaspen Martinus
europeanpharmaceuticalreview.com
Uji klinis tahap dua Vaksin Merah Putih dijawalkan digelar pada 28 Maret 2022. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Uji klinis tahap dua Vaksin Merah Putih dijawalkan digelar pada 28 Maret 2022.

Uji klinis tahap dua rencananya melibatkan 405 relawan.

Pelaksanaan uji klinis ini dilakukan setelah Vaksin Merah Putih mengantongi sertifikat halal dari MUI, dan melaksanakan uji klinis tahap satu dengan melibatkan 90 relawan.

Baca juga: Dua Polisi Penembak Enam Anggota FPI Divonis Dua Pekan Lagi, Dituntut Hukuman 6 Tahun Penjara

Tim Uji Klinis Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (UNAIR) Dr dr Gatot Soegiarto SpPD-KAI FINASIM menyampaikan, relawan akan mendapatkan manfaat vaksin Covid-19 inactivated yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga (UNAIR).

Relawan juga akan mendapatkan pengawasan fisik dan laboratoriun oleh tim peneliti, dana transportasi pada setiap kunjungan, hingga masuk dalam skema PCare (masih dalam proses) dan juga aplikasi PeduliLindungi.

"Syaratnya belum pernah divaksin sama sekali, usia 18 tahun ke atas."

Baca juga: Berharap Masyarakat Belajar dari Kasus Angelina Sondakh, KPK: Efek Jera Akibat Korupsi Nyata Ada

"Kalau wanita tidak sedang hamil, tidak menderita HIV, dan kalaupun ada penyakit komorbid adalah penyakit komorbid yang terkendali,” jelas Gatot dikutip dari keterangan UNAIR, Sabtu (5/3/2022).

Ia mengatakan, jika berminat menjadi relawan Vaksin Merah Putih, masyarakat dapat mengisi tautan Form Pendaftaran Uji Klinis Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (UNAIR) atau menghubungi dr Fany Arsyad (+6281333355533), dr Laksmi Wulandari (+628123019591), dr Randy Pangestu (+6289699668343), atau Lintang Prayogi (+6282232457512).

Disinggung efek samping dari Vaksin Merah Putih, secara tegas Gatot menjelaskan, sejauh ini mulai uji pre-klinis hingga uji klinis tahap satu, belum terdapat laporan terkait efek samping serius.

“Kalaupun ada efek samping itu berupa seperti biasa lah, kalau disuntik di daerah lengan ada sedikit rasa kemeng, itu pun hanya persentasenya kecil, di bawah lima persen,” ungkap Gatot. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved