Pemilu 2024

Beda Sikap dari Sekjennya, Kader PSI Ini Tolak Pemilu 2024 Ditunda dan UUD 1945 Diamandemen

Ia mengatakan, gagasan perpanjangan masa jabatan akan mencederai demokrasi yang sudah diperjuangkan oleh pemuda-pemudi saat reformasi.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Michael Victor Sianipar menolak usulan Pemilu 2024 ditunda, juga amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan presiden. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Michael Victor Sianipar menolak usulan Pemilu 2024 ditunda, juga amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan presiden.

“Saya sebagai kader PSI dan Ketua DPW PSI DKI Jakarta menegaskan sikap menolak perpanjangan masa jabatan ataupun amandemen UUD, untuk memperbolehkan seorang presiden menjabat lebih dari dua periode,” kata Michael kepada wartawan, Jumat (4/3/2022).

Michael meyakini, amandemen adalah mekanisme mengubah dasar negara yang seharusnya diambil saat ada situasi genting dan darurat nasional, di mana konstitusi negara perlu disesuaikan dengan perubahan zaman.

Baca juga: Mahfud MD: Penjara Tidak Jadi Soal Bagi Koruptor Asal Dompetnya Masih Tebal

“Artinya, kita tidak bisa dengan mudah mengatakan mau melakukan amandemen konstitusi, kecuali bangsa ini sedang dalam kondisi darurat dan mendesak yang membuat kita harus memikirkan ulang dasar-dasar negara,” tutur Michael.

Ia mengatakan, gagasan perpanjangan masa jabatan akan mencederai demokrasi yang sudah diperjuangkan oleh pemuda-pemudi saat reformasi.

“Pembatasan masa jabatan presiden adalah produk reformasi yang telah disepakati karena pembelajaran sejarah bangsa kita."

Baca juga: Kualitas Udara Terbaik di Jabodetabek Muncul pada Pukul 14.00 Atau Saat Hujan Disertai Angin Kencang

"Ada konteks sejarah yang harus kita ingat. Saya harap pemuda berani bersuara terkait hal ini, untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dan reformasi yang sudah kita nikmati 20 tahun terakhir," paparnya.

Michael juga meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dua periode masa jabatannya telah berhasil membangun fondasi pemerintahan yang kuat, dan memasang standar ekspektasi publik terhadap kepala negara yang merakyat.

“Kenapa kita meragukan hasil kerja Pak Jokowi?"

Baca juga: Waspada! Berolahraga pada Pagi Hari di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

"Justru saya yakin kerja keras Pak Jokowi dua periode ini sudah menjadi fondasi yang kokoh."

"Sistem sudah terbangun. Pak Jokowi telah menetapkan standar yang tinggi tentang pemimpin bangsa yang ideal,” beber Michael.

Ia juga menilai, kepemimpinan Presiden Jokowi juga berhasil mengkader pemimpin-pemimpin nasional berikutnya yang layak jadi presiden, dan meneruskan regenerasi kepemimpinan.

Baca juga: Warga Jabodetabek Disarankan Tak Beraktivitas di Luar Rumah pada Pagi Hari, Apalagi Berolahraga

“Pemimpin yang luar biasa pasti mampu mempersiapkan penerus-penerusnya."

"Regenerasi kepemimpinan adalah ciri dari kepemimpinan yang baik."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved