Kualitas Udara Terbaik di Jabodetabek Muncul pada Pukul 14.00 Atau Saat Hujan Disertai Angin Kencang

Di sisi lain, saat angin tiba, kualitas udara meningkat lebih baik ketimbang hujan.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Kualitas udara semakin membaik ketika terjadi hujan besar disertai angin kencang hingga ekstrem. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kualitas udara paling baik di Jabotabek terjadi pada pukul 14.00.

Kualitas udara semakin membaik ketika terjadi hujan besar disertai angin kencang hingga ekstrem.

Hal ini diungkapkan oleh Data Scientist dari Nafas Prabu Setyaji dalam Media Briefing bertajuk 'Nafas Air Quality Report 2021' yang diselenggarakan Nafas, Bicara Udara, dan Katadata Insight Center.

Baca juga: Waskejen PKB Usul Wacana Tunda Pemilu 2024 Dibahas di Rembuk Nasional

Co-founder & Chief Growth Officer Nafas Piotr Jakubowski mengungkapkan, kualitas udara dipengaruhi oleh pergantian musim, dari kemarau ke hujan.

Di sisi lain, saat angin tiba, kualitas udara meningkat lebih baik ketimbang hujan.

Piotr menyebutkan, saat hujan, hanya terjadi kenaikan kualitas udara 8,71 persen.

Baca juga: Tak Ada Nama Soeharto di Keppres Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Mahfud MD: Ini Bukan Buku Sejarah

Sedangkan saat angin muncul, kualitas udara meningkat menjadi 66 persen.

Prabu menyebutkan ada tiga fakta yang ditemukan oleh Nafas.

Pertama, hujan dan angin kencang menghasilkan udara bagus.

Baca juga: 80 WNI dan Tiga WNA Tiba di Indonesia dari Ukraina, 14 Orang Masih di Bukares karena Covid-19

Ada satu momen udara cukup deras dan angin kencang hingga terjadi badai. Hasilnya, terjadi penurunan secara signifikan PM 2,5.

Status yang tadinya bewarna kuning menjadi hijau. Namun setelah hujan dan angin berhenti, status kualitas udara kembali seperti semula.

Fakta dua, angin kencang tanpa hujan, namun udara tetap bagus. Walau tidak ada hujan, 66 persen angin bisa membersihkan polusi PM 2,5.

Baca juga: Wasekjen PKB: Isu Presisen Tiga Periode Kini Bukan Sekadar Guyonan Politik

"Itu terbukti, Desember 2021, angin kencang tidak ada hujan, kualitas udara pun beralih dari kuning ke hijau," ungkap Prabu secara virtual, Rabu (2/3/2022).

Fakta ketiga, saat hujan tanpa angin, kualitas udara tidak begitu bagus.

Penurunan tidak signifikan pada November walau hujan 2020 cukup deras. Ini dikarenakan tidak ada angin. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved