Munarman Ditangkap

Jadi Ahli di Sidang Murnaman, Rocky Gerung: Bahaya Betul Negara Ini karena Orang Takut Radikal

Dengan menjadikan radikal sebagai istilah yang dikonsumsi publik dan cenderung mengarah negatif, kata Rocky, malah membuat maknanya berubah.

Editor: Yaspen Martinus
youtube Indonesia Lawyers Club
Bekas dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung dihadirkan sebagai ahli meringankan untuk terdakwa dugaan tindak pidana terorisme Munarman, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bekas dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung dihadirkan sebagai ahli meringankan untuk terdakwa dugaan tindak pidana terorisme Munarman, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022).

Rocky dihadirkan sebagai ahli filsafat hukum.

Dalam keterangannya, Rocky mengatakan istilah radikal kerap dikonsumsi menjadi headline atau pokok berita. Padahal, menurutnya istilah tersebut berbahaya.

Baca juga: Tak Setuju Pemilu Ditunda, Budiman Sudjatmiko Usul Mantan Presiden Jabat Ketua Wantimpres

"Istilah radikal jadi istilah yang dikonsumsi untuk jadi headline, itu istilah yang berbahaya sebetulnya," ungkap Rocky di persidangan.

Dengan menjadikan radikal sebagai istilah yang dikonsumsi publik dan cenderung mengarah negatif, kata Rocky, hal tersebut malah membuat maknanya berubah.

Dari semula berfungsi mengaktifkan dialektis, memprovokasi untuk berpikir habis-habisan, berubah menjadi makna negatif yang kini dilabelkan pada bahaya.

Baca juga: Setelah 23 Pekan Nihil, Zona Merah Covid-19 Muncul Lagi di Indonesia, Ada di Sulawesi Selatan

"Karena orang takut jadi radikal. Bahaya betul negara ini karena orang takut jadi radikal."

"Karena radikal itu justru memprovokasi kita untuk berpikir habis-habisan. Makanya kita dilarang berpikir habis-habisan," tutur Rocky.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Aksi Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Tak Ada Zona Hijau Covid-19 di Indonesia, Zona Merah Nongol Lagi

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan untuk melakukan tindak pidana teroris," kata jaksa dalam persidangan, Rabu (8/12/2021).

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh Munarman secara sengaja.

Baca juga: Kepala BMKG Pastikan Gempa 7,4 SR di NTT Tak Dipengaruhi Aktivitas Gunung Semeru

Jaksa menyebut bekas kuasa hukum Rizieq Shihab itu melakukan beragam upaya untuk menebar ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga disebut menyebar rasa takut hingga berpotensi menimbulkan korban secara luas.

Perbuatannya, kata jaksa, juga mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Baca juga: Ketum PBNU: Gerakan 212 Bukan Kebangkitan Islam, Masjid Dijadikan Tempat Tidur, Salat di Lapangan

"Bermaksud untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas."

"Atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan."

"Atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup, atau fasilitas publik atau fasilitas internasional," beber jaksa.

Baca juga: Pemerintah Bakal Biayai Vaksinasi Booster untuk 83,1 Juta Penduduk, 125,2 Juta Orang Bayar Sendiri

Perbuatan Munarman dilakukan pada Januari hingga April 2015.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved