Perang Rusia Ukraina
Anak-anak SD di Rusia Ditangkap dan Ditahan Polisi, Karena Protes Perang
Reporter BBC Gabriel Gatehouse menulis dirinya sempat menolak untuk percaya bahwa anak-anak SD Rusia ditangkap karena protes dan anti perang.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin melalui kepolisian setempat telah menangkap sejumlah anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Moskowa dan menahannya, karena mereka melakukan aksi protes dan menentang invasi Rusia ke Ukraina.
Foto-foto penangkapan itu telah dibagikan setelah anak-anak mengambil bagian dalam protes menentang invasi Rusia ke Ukraina di Moskow.
Dalam foto yang dibagikan oleh politisi oposisi Ilya Yashin, ketiga anak tersebut, yang dilaporkan akan meletakkan bunga di kedutaan Ukraina, terlihat memegang spanduk 'Tidak ada perang' yang dihiasi dengan bendera dan hati Ukraina.
Terlepas dari kebijakan nol toleransi Kremlin untuk perbedaan pendapat, ribuan orang Rusia telah muncul untuk menyuarakan penolakan meeka atas invasi.
Ribuan warga Rusia turun ke jalan mempertaruhkan hukuman penjara dan dianggap pengkhianat demi menentang perang Rusia-Ukraina.
Baca juga: Tumbangkan Wakil Rusia di Monterrey Open, Petenis Ukraina Elina Svitolina: Misi Untuk Negara Saya
Lebih dari 7.000 orang telah ditangkap di 50 kota di Rusia, menurut informasi OVD.
Reporter BBC Gabriel Gatehouse menulis dirinya sempat menolak untuk percaya bahwa anak-anak SD Rusia ditangkap karena protes dan anti perang.
Baca juga: PRESIDEN AS Ancam Presiden Rusia Putin: Diktaktor Harus Bayar Mahal dan Tak Boleh Bekuasa!
"Ketika saya melihat laporan dan foto pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa anak-anak sekolah dasar telah ditangkap oleh polisi di Moskow, karena meletakkan bunga di kedutaan Ukraina dan memegang tanda-tanda yang mengatakan "Tidak untuk perang", saya menolak untuk percaya bahwa itu nyata," kata Gabriel dilansir dari BBC.COM, Rabu (2/3/2022).
"Tapi sekarang telah dikonfirmasi oleh surat kabar pemenang hadiah Nobel Novaya Gazeta. Dalam pembaruan surat kabar itu mengatakan anak-anak itu telah dibebaskan, setelah sempat ditahan," katanya.
Baca juga: BOM Vakum Rusia Hancurkan Kota Ukraina, Apa Itu Bom Vakum yang Dipakai AS Gempur Afganistan
"Gambar-gambar itu menunjukkan anak-anak dengan petugas di balik jeruji besi, mungkin di dalam kendaraan polisi, dan kemudian di kantor polisi, memegang bunga dan plakat mereka," tambah Gabriel.
"Kremlin tampaknya mengambil langkah-langkah yang semakin kejam untuk mencoba mempertahankan narasi perangnya," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-vs-ukraina.jpg)