Perang Rusia Ukraina

Oksigen Medis di Ukraina Menipis, Ribuan Nyawa Terancam Termasuk Pasien Covid-19

Rumah sakit di Ukraina di pastikan akan kekurangan oksigen medis, yang kini hanya bisa bertahan selama 24 jam ke depan.

AP Photo/ Andrew Harnik
Warga asal Ukraina, Oleksandra Yashan memegang tanda bertuliskan "Tidak Ada Perang" saat berjaga untuk memprotes invasi Rusia ke Ukraina di Lafayette Park di depan Gedung Putih di Washington, Kamis, 24 Februari 2022. Warga Ukraina di Amerika Serikat berdoa untuk teman dan keluarga, menyumbangkan uang dan perlengkapan, dan menghadiri demonstrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Persediaan oksigen medis di Ukraina sangat menipis setelah invasi Rusia.

 Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperingatkan ketersediaan oksigen medis di Ukraina akan habis dalam 24 jam setelah dilanda perang.

Rumah sakit di Ukraina di pastikan akan kekurangan oksigen medis, yang kini hanya bisa bertahan selama 24 jam ke depan.

Menurut WHO seperti dikutip dari Wionews.com, Senin (26/2/2022) hal ini terjadi karena terganggunya transportasi di seluruh wilayah di Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge mengatakan bahwa situasi pasokan oksigen mendekati titik yang sangat berbahaya di Ukraina.

"Truk tidak dapat mengangkut pasokan oksigen dari pabrik ke rumah sakit di seluruh negeri, termasuk ibu kota Kyiv," kata Tedros.

Baca juga: Dubes Ukraina: Orang Indonesia Terkasih, Bantu Kami Menang dan Singkirkan Wabah Rusia

"Mayoritas rumah sakit bisa kehabisan cadangan oksigen mereka dalam 24 jam ke depan. Beberapa sudah habis. Ini membahayakan ribuan nyawa."

Permintaan negara untuk oksigen cair melonjak 25% setelah Rusia menginvasi Ukraina pekan lalu.

Baca juga: Mriya, Pesawat Terbesar di Dunia Milik Ukraina Dihancurkan Rusia di Dekat Kiev

Badan kesehatan global menyerukan pembentukan untuk menciptakan koridor transit yang aman, untuk meningkatkan pasokan oksigen ke Ukraina melalui rute logistik melalui negara tetangga Polandia.

Oksigen sangat penting bagi pasien dengan berbagai kondisi, termasuk 1.700 orang di rumah sakit dengan Covid-19.

Serta mereka yang memiliki penyakit kritis lainnya yang berasal dari komplikasi kehamilan, persalinan, sepsis, cedera, dan trauma.

Baca juga: Daripada Terus Dibayangi Ketakutan, Wanita Ukraina Ini Daftar jadi Tentara Amatir untuk Lawan Rusia

"Layanan rumah sakit kritis juga terancam oleh listrik dan kekurangan listrik, sementara ambulans yang mengangkut pasien berada dalam bahaya terjebak dalam baku tembak," ujarnya.

WHO mengatakan sedang mencari untuk meningkatkan pasokan, kemungkinan besar menggunakan oksigen cair dan silinder dari jaringan regional. Pasokan ini akan membutuhkan rute transit yang aman setelah meninggalkan koridor logistik melalui Polandia.

Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved