Berita Jakarta

BOR dan ICU Rumah Sakit Meningkat, Wagub DKI Jakarta Minta Masyarakat Berhati-hati

Riza mengatakan secara umum terjadi adanya penurunan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPAGADING-- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) maupun Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit yang ada di Jakarta belakangan meningkat.

Meski tak menjelaskan rinci perbandingannya, Riza menyebut saat ini sudah terisi 2.705 dari 6.837 untuk BOR dan sudah terpakai 428 dari 943 untuk ICU di seluruh rumah sakit di ibukota.

“Jadi BOR-nya 40 persen, ICU 45 persen. Ini ada peningkatan ya. dimohon masyarakat untuk lebih berhati hati,” ungkap Riza, di SMP Hang Tuah 3, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (28/2/2022).

Meski demikian, Riza mengatakan secara umum terjadi adanya penurunan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta.

Baca juga: 250 Pasien Covid-19 Meninggal per Hari di Masa Omicron, 15 Persen Lebih Kecil dari Puncak Delta

Ia beralasan jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta sekarang ada 4.799 kasus per 27 Februari 2021. Transmisi lokal mendominasi dengan 3.049 atau 63,2 persen dan impor 1.774 atau 36,8 persen.

“Sekalipun secara umum terjadi penurunan tetapi tetap kita tingkatkan kewaspadaan kita bersama,” ungkap Riza.

Riza menambahkan pihaknya meminta seluruh jajarannya agar tetap meningkatkan penindakan bagi yang melakukan pelanggaran meski saat ini sedang terjadi penurunan kasus.

"Kita minta ada peningkatan seluruh jajaran untuk menindak siapa saja jenis kegiatan usaha yang melanggar atau kegiatan lainnya," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap Rampung Sebelum Lebaran

Selain itu perlu adanya dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada Pemprov DKI Jakarta apabila ada tempat tempat perkantoran, pasar, mal hingga kafe melanggar protokol kesehatan.

"Semua yang melanggar prokes agar dilaporkan supaya kita berikan sanksi sesuai aturan yang ada," sambung Riza. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved