Muhadjir Effendy Minta Pengurus Masjid dan Musala Baca Surat Edaran Menteri Agama, Lalu Terapkan

Menko PMK Muhadjir Effendy mengajak masyarakat memahami, dengan membaca isi SE itu secara menyeluruh.

Editor: Yaspen Martinus
Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Menko PMK Muhadjir Effendy mengajak masyarakat membaca isi Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, secara menyeluruh. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak masyarakat memahami, dengan membaca isi SE itu secara menyeluruh.

“SE Pak Menag itu bagus sekali."

Baca juga: Wacana Pemilu 2024 Ditunda Merebak, Muncul Kecurigaan Ada Kekuatan Besar Kendalikan Parpol

"Karena itu saya minta supaya pengurus-pengurus masjid, pengurus-pengurus musala, takmir, agar membaca dulu semuanya, dipahami apa maksudnya, apa tujuannya,” ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022).

Menurut Muhadjir, penggunaan pengeras suara dilakukan secara proporsional.

"Mohon SE itu dibaca betul kemudian diterapkan."

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 25 Februari 2022: 61.361 Orang Sembuh, 244 Pasien Wafat, 49.447 Positif

"Tujuannya sangat baik, yaitu untuk menjaga kenyamanan lingkungan dan toleransi."

"Boleh memakai pengeras suara atau toa, asal yang wajar."

"Jangan terlalu keras-keras, tapi juga jangan terlalu lirih."

Baca juga: Pleidoi Kuasa Hukum Terdakwa Penembak 6 Anggota FPI: Andai Saja Rizieq Shihab Kooperatif

"Kapan digunakan itu juga dihitung betul."

"Jangan 24 jam keras terus, jangan dua jam sebelum salat subuh sudah keras,” papar Muhadjir.

Seperti juga disampaikan Menag, lanjut Muhadjir, di dalam hidup masyarakat yang plural diperlukan toleransi.

Baca juga: Kepatuhan Masyarakat Pakai Masker di Februari 2022 Tembus 8,09 Poin, Masih Kalah dari Oktober 2021

Sehingga, perlu pedoman bersama agar kerukunan dan harmoni sosial tetap terawat dengan baik, termasuk di antaranya lewat cara mengatur penggunaan pengeras suara di masjid atau musala.

“Jadi sebetulnya itu maksudnya baik."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved