Selasa, 21 April 2026

Berita Video

VIDEO: Melihat Pacman, Komunitas Pecinta Burung Makaw yang Populasinya Banyak di Hutan Amazon

sekumpulan orang dengan patnernya, burung makaw tersebut merupakan komunitas Pacman, komunitas pecinta burung makaw di Pantai Indah Kapuk.

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Angin tengah berembus sepoi-sepoi di Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, saat suara puluhan burung makaw menghiasi trotoar di pantai maju.

Burung yang populasinya banyak di hutan Amazon, Amerika Latin ini dengan santainya hinggap di atas pijakan besi yang dibentuk sedemikan rupa seperti dahan kayu.

Di depannya, berdiri para pemilik yang sesekali memberikan kacang-kacangan sebagai makan favorit makaw tersebut.

Tampak pula sebuah alat gps di pasang di kaki setiap burung.

Sesekali, masing-masing pemilik mengangkat burung makaw masing-masing lalu menerbangkannya.

Terkadang, burung makaw beterbangan seirama di bawah bayang-bayang burung besi, sebutan untuk pesawat terbang yang tengah melintas melewati kawasan Pantai Indah Kapuk.

Beberapa menit di udara, setiap pemilik memanggil nama masing-masing burung peliharaannya tersebut.

Seakan dipanggil pulang, burung makaw pun mendarat di tangan majikannya, lalu berpindah ke dahan yang terbuat dari besi yang sudah tersedia sejak awal.

Ternyata, sekumpulan orang dengan patnernya, burung makaw tersebut merupakan komunitas Pacman, komunitas pecinta burung makaw di Pantai Indah Kapuk.

Hal ini dijelaskan Chandra Anwar selaku pengurus komunitas Pacman saat ditemui Warta Kota di Lokasi, Kamis (24/2/2022).

"Ini terbentuk sekitar bulan delapanan tahun 2019 ya. Awalnya kumpul-kumpul saja. Sebenarnya komunitas pecinta burung makaw banyak di Jakarta, Tangerang, dimana tempat yang sejuk. Disini pantai ini tempatnya terbuka dan relatif aman ya, makanya ada di sini. Pacman itu artinya PIK Macaw," ujarnya.

Untuk gabung ke komunitas ini pun tak mesti melalui persyaratan khusus.

Yang penting, punya burung makaw, baik ukuran kecil, medium dan ukuran besar.

Total ratusan burung makaw dari berbagai jenis pun ada di dalam komunitas Pacman ini.

Sebut saja makaw blue and gold, makaw green wing, makaw buffon, makaw military, makaw hyacinth dan lainnya.

Burung Makaw masuk pula dalam kategori burung pintar. Makaw bisa diajarkan untuk bicara serta terbang dan kembali ke tangan pemilik. Waktu latihannya pun tergolong cepat meskipun tergantung pada usia dan jenis makaw.

"Pelatihnya juga ada di kami. Jadi jika ada yang mau makawnya dilatih itu bisa," ujar pria yang akrab disapa Pacman ini.

Sementara itu, kekompakan para komunitas pecinta makaw turut memudahkan jika ada burung makaw yang terbang dan tak kembali ke markasnya.

Ditambah adanya gps yang melekat di kaki burung, membuat pemilik tak perlu khawatir burung makaw hilang.

PERAWATAN MUDAH dan BURUNF MAKAW PUNYA KONTES TERSENDIRI 

Kontes burung tak hanya ada di burung kicau, dan merpati seperti yang dikenal luas selama ini.

Kontes burung makaw pun ada terjadi di Indonesia. Nyaris mirip dengan kontes merpati, bedanya yang dinilai di kontes burung makaw adalah lamanya terbang dan pendaratan yang mulus.

Bahkan kontesnya kerap digelar di pulau Jawa seperti Semarang, Yogyakarta hingga ke luar Jawa yakni Bali dengan hadiah yang cukup menggiurkan.

Untuk perawatan, burung makaw bukanlah burung yang rewel, melainkan mudah adaptasi.

"Makanannya hanya buah-buahan atau kacang-kacangan. Apalagi sudah gabung di komunitas, pasti teman-teman banyak diskusi. Kalau soal makanan, sebulan paling berapa ratus ribu saja," ujar Chandra.

Meskipun burung impor, tapi adaptasi burung makaw sangat cepat, mengingat makaw merupakan burung tropis.

Sementara itu, untuk mengetahui apakah burung makaw sakit atau tidak dapat diketahui lewat tubuh makaw yang lemas, atau tidak banyak bersuara.

"Kebanyakan rentan sakit itu yang masih kecil, umuran dua atau tiga bulan. Jika perawatannya tidak benar, misalnya makanan kurang bagus, itu yang buat sakit," katanya.

Meski gampang adaptasi, namun burung makaw sulit untuk diternakkan.

Burung makaw baru ideal diternakkan saat usia 10 tahun (hitungan usia manusia).

"Burung makaw memang burung yang berusia lama, bisa sampai 50 tahunan lebih, seperti kita manusia," ujarnya.

Burung makaw juga tergolong burung yang baik, dimana tak merugikan atau merusak.

Hal ini membuat Chandra berharap, jika suatu saat nanti masyarakat melihat burung makaw, ia meminta jangan diburu.

"Kami ingin masyarakat tahu, makaw ini burung pintar dan baik. Kalaupun ada melihat burung yang hilang, tolong jangan disakiti," tutupnya. (raf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved