Rabu, 22 April 2026

Kurangi Dampak Perubahan Iklim, Allianz Hadirkan Program Tukar Sampah dengan Premi Asuransi

PT Asuransi Allianz Life Indonesia berambisi turut mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satu upayanya program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Tangkapan layar Wartakotalive.com/ Mochammad Dipa
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia David Nolan dalam webinar bertajuk Dampak Perubahan Iklim terhadap Aspek Pembiayaan dan Premi Asuransi Berdasarkan Green Economy, Kamis (24/2/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) berambisi turut mengurangi dampak perubahan iklim. Sejumlah upaya mengurangi emisi pun dilakukan oleh Allianz Life untuk mengatasi kondisi darurat iklim di bumi.

“Allianz tidak hanya sekedar bicara tentang bagaimana perlunya mengurangi emisi, kami juga mendedikasikan banyak waktu untuk hal ini, seperti mengurangi penggunaan kertas, pengunaan listrik yang turun hingga 5 persen, dan kami mendukung daur ulang sampah, serta mengurangi jejak karbon,” ujar Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia David Nolan dalam webinar bertajuk Dampak Perubahan Iklim terhadap Aspek Pembiayaan dan Premi Asuransi Berdasarkan Green Economy, Kamis (24/2/2022).

David menambahkan, sebagai lembaga keuangan, Allianz juga mendukung akselerasi ekonomi hijau (green economy). Pertama, Allianz Life menawarkan asuransi mikro dengan mengikuti program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu". Produk ini adalah asuransi yang menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Lewat program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu", seorang wiraswasta bisa saja membawa limbah yang bisa didaur ulang untuk ditukar dengan premi asuransi.

"Di Indonesia, banyak jiwa wiraswasta. Mereka membuka lowongan kerja. Tapi, dengan kondisi pandemi ini, banyak UMKM tidak punya akses ke asuransi ketika ada bencana," ungkapnya.

David menambahkan, bahwa asuransi dapat memainkan peran di UMKM yakni sebagai solusi perlindungan jika UMKM terkena kecelakaan atau bencana alam.

“Di Allianz Indonesia coba menawarkan solusi agar lebih banyak lagi wiraswasta, UMKM, pengusaha, agar tetap bisa menjalankan usahanya dan kami bisa saja menyesuaikan untuk lingkungan yang lebih ramah, misalnya premi asuransinya bisa disesuaikan dengan kegiatan umkm yang dijalankan, atau misalnya premi yang lebih rendah untuk perusahaan-perusahaan yang ramah lingkungan,” ujar David.

Ia juga menyebutkan, bahwa Allianz Life sedang berinvestasi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan perusahaan untuk mulai meminimalisir penggunaan energi berbasis batu bara.

“Tidak ada model usaha berbasis batu bara, bagi kami langkah ini bisa menjadi teladan. Sebagai perusahaan asuransi kami mendorong pergerakan menjauhi penggunaan batu bara,” ucap David.

Unit link berbasis ESG

Selain itu, Allianz Life juga meluncurkan produk unit link berbasis Environmental, Social dan Governance (ESG). Produk ini akan menaruh portofolio investasinya di perusahaan yang ramah lingkungan.

David mengatakan, perusahaan juga sedang menggemborkan kampanye untuk mengurangi jejak karbon, mereduksi penggunaan kertas dan listrik.

"Intinya kami memilih untuk tidak mencetak kertas dan kami ganti dengan mencetak e-policy atau polis elektronik dan dalam beberapa tahun Allianz dapat mengurangi penggunaan kertas agar konsumen kami bisa menggunakan polis elektronik dan layanan kami bisa diakses secara digital ," pungkasnya. (dip)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved