Vaksinasi Covid19

Dinkes DKI Siapkan Percepatan Vaksinasi Booster 3 Bulan untuk Lansia dan Komorbid

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan percepatan vaksinasi booster Covid-19 untuk lansia dan warga komorbid

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Ramadhan LQ
Vaksinasi booster untuk lansia dan penyakit komorbid akan diberikan 3 bulan setelah lengkap vaksinasi sebelumnya 

Dinkes DKI Siapkan Percepatan Vaksinasi Booster 3 Bulan Usai Vaksinasi Dosis Dua Bagi Lansia dan Penyakit Komorbid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan percepatan vaksinasi booster Covid-19 bagi kelompok lanjut usia dan warga yang punya komorbid atau penyakit bawaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti.

"Untuk lansia dan komorbid sedang di-create, setelah 3 bulan (sudah bisa divaksin booster," ujarnya, di wilayah Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (23/2/2022).

Artinya, kedua golongan itu kini bisa mendapatkan vaksinasi booster lebih cepat tanpa menunggu 6 bulan usai mendapat vaksin dosis pertama dan kedua.

Baca juga: Mayoritas Pasien Covid-19 Berkomorbid Diabetes Meninggal, Rata-rata Wafat Lima Hari Setelah Masuk RS

Namun, peserta vaksin harus memiliki tiket elektronik terlebih dahulu.

Tiket tersebut dapat diakses melalui aplikasi PeduliLindungi.

"Tetap nunggu e-tiket. Setelah 3 bulan lansia dan komorbid bisa dipercepat," kata Widyastuti.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan, kelompok lanjut usia bisa mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Baca juga: Dinkes DKI Jakarta Terapkan Penyesuaian Vaksinasi Booster Lansia, 3 Bulan Setelah yang Kedua

Dengan interval minimal 3 bulan setelah mendapatkan vaksinasi lengkap (dosis satu dan dua).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hal tersebut tertuang di Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes bernomor SR.02.06/II/1123/2022 yang diteken pada 21 Februari 2022.

"Ketentuannya ada di Surat Ditjen P2P ke Dinkes provinsi dan kabupaten/kota," kata Nadia saat dihubungi pada Selasa (22/2/2022). (M31)

Sementara untuk non-lansia, vaksinasi booster baru bisa didapatkan minimal 6 bulan setelah vaksinasi dosis 2.

Adapun dalam ketentuan baru ini disebutkan bahwa lansia bisa diberikan vaksin booster dengan platform jenis vaksin homolog atau heterolog.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved