Minyak goreng

PPI Member of ID Food Terus Guyur Ratusan Ribu Liter Minyak Goreng ke Pedagang Pasar Tradisional

Sejak tanggal 10 Februari hingga 21 Februari 2022, PPI sudah mendistribusikan sebanyak lebih dari seratus sepuluh ribu liter minyak goreng.

Editor: Agus Himawan
istimewa
Pedagang Minyak goreng di Pasar Gang Kancil, Rabu (19/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang didukung oleh Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, dan ID Food terus mendistribusikan minyak goreng kepada pedagang di pasar-pasar di Jabodetabek.

Member Of ID Food, ini berkolaborasi dengan berbagai elemen seperi APPSI, Perusahaan Daerah Pasar Jaya, APICAL, dan berbagai komponen lainnya dalam mendisribusikan minyak goreng.

Sejak tanggal 10 Februari hingga 21 Februari 2022, PPI sudah mendistribusikan sebanyak lebih dari seratus sepuluh ribu liter minyak goreng.

Antara lain ke pasar di Rawamangun, Kelapa Gading, Cibubur, Pantai Indah Kapuk, Jembatan Besi, Kebayoran Lama, Ciputat, Tomang Barat, Klender, Jelambar Polri dan Palmerah, serta pasar Cingambul Majalengka, Jawa Barat.

PPI akan terus menambah jumlah minyak goreng yang akan didistribusikan beserta sebaran lokasinya, yaitu di wilayah Sumatera berjumlah 30 pasar, Jawa dan Nusa Tenggara di 50 pasar, Kalimantan di sembilan pasar, Sulawesi di 11 pasar, Maluku dan Papua 10 pasar, dan lainnya 11 pasar.

PPI dalam kapabilitasnya sebagai trading logistik bersama-sama anak perusahaan PT BGR Logistik Indonesia, memiliki kesiapan untuk melakukan pendistribusian minyak goreng karena memiliki sebaran 52 cabang, 67.000 mitra warung pangan, dan 351 armada pendukung di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini terlaksana karena selain peran Holding Pangan dalam menjaga ekosistem rantai pasok pangan, juga sebagai dukungan terhadap implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 yang mulai berlaku pada 1 Februari 2022, tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit, yaitu sebesar Rp 11.500 per liter untuk minyak goreng curah, Rp 13.500 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana, dan Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium.

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati mengatakan bahwa PPI terus melakukan upaya terbaik agar minyak goreng dapat terdistribusi dengan lancar.

"PPI sebagai bagian dari ID Food yang merupakan Holding BUMN Pangan, adapun salah satu tujuannya adalah bagaimana meringankan beban masyarakat yang kesulitan karena harga minyak goreng meroket di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern," ujarnya.

Atas dasar hal tersebut, lanjut Nina, PPI terlibat membantu pendistribusian minyak goreng ke sejumlah pasar tradisonal yang ada di Jakarta dan beberapa wilayah lain.

"Upaya-upaya yang PPI lakukan selama ini tentu agar pasokan minyak goreng dapat terus mengalir dengan harga terjangkau sehingga masyarakat dapat menikmati harga sesuai ketentuan pemerintah, dan ini akan terus kami lakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan,” ujar Nina.

Dalam kegiatan operasi pasar di Rawamangun dan Kelapa Gading pada Senin (21/2/2022) turut hadir pula Tirta Karma Senjaya selaku Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Kementerian Perdagangan.

“Kami dari Kementerian Perdagangan sangat menyambut baik dengan langkah yang dilakukan oleh PPI, dalam hal ini merupakan bagian dari ID Food, yang secara konsisten telah menyalurkan operasi pasar minyak goreng curah dari sejak minggu sebelumnya sampai minggu ini, dan juga akan berlanjut terutama sampai nanti puasa dan lebaran," ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan minyak goreng khususnya di pasar-pasar tradisional, selain nanti diupayakan juga untuk penyaluran minyak goreng dalam bentuk kemasan yang masih banyak dibutuhkan di pedagang pasar, retail, terutama di masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved