Berita Nasional

Jenderal Dudung Tahan Brigjen Junior di Rutan Militer usai Bela Warga Bojongkoneng Lawan Pengembang

Brigjen Junior Tumilaar sempat viral setelah video yang menampilkan dirinya mengamuk di sentul City beredar di media sosial.

Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews
Brigjen TNI Junior Tumilaar. Inilah sosok Brigjen Junior Tumilaar, Staf Khusus KSAD yang ditahan. Ia pernah mengirim surat untuk Kapolri yang berujung pada pencopotan jabatannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Brigjen TNI Junior Tumilaar ditahan dikabarkan ditahan oleh Rumah Tahanan (Rutan) Militer, Jakarta Timur.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman pun mengungkapkan alasan Staf Khusus KSAD Brigjen TNI Junior Tumilaar ditahan.

Menurut Dudung, setiap prajurit yang melaksanakan tugas pasti atas perintah atasan dan ada surat perintahnya.

"Dia tanpa perintah dan mengatasnamakan Staf Khusus KSAD untuk membela rakyat. Itu bukan kapasitasnya dia sebagai satuan kewilayahan seharusnya Babinsa sampai dengan Kodim yang melakukan kegiatan tersebut dan tentunya koordinasi dengan pemda dan aparat keamanan setempat," kata Dudung ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Laporkan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman, Satu Saksi Diperiksa Puspomad 12 Jam

Dudung menegaskan Junior ditahan karena telah melakukan kegiatan di luar tugas pokoknya.

"Dia melakukan kegiatan diluar Tugas pokoknya. Staf khusus KSAD apabila keluar harus seijin KSAD, tapi dia bertindak mengatasnamakan membela rakyat padahal bukan kewenangan yang bersangkutan," kata Dudung.

Diberitakan sebelumnya sebuah foto selembar surat yang ditulis tangan mengatasnamakan Brigjen TNI Junior Tumilaar beredar di media sosial pada Senin (21/2/2022).

Surat tersebut perihal permohonan Junior untuk dievakuasi ke RSPAD dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat karena sakit asam lambung atau GERD yang dideritanya. 

Surat tersebut ditujukan kepada KSAD, Ka Otmilti II, Danpuspom AD, dan Ditkum AD.

"Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., (Pati Sus Kasad), bermohon perawatan/evakuasi ke RSPAD. Karena sakit asam lambung tinggi (GERD)," sebagaimana tertulis di alinea kedua surat tersebut dikutip pada Selasa (22/2/2022).

Junior disebut telah ditahan sejak 31 Januari hingga 15 Februari 2022 di Pomdam Jaya.

Kemudian penahanan tersebut dilanjutkan di RTM, Depok, sejak 16 Februari 2022 hingga saat ini atau Senin (21/2/2022).

Disebutkan juga sakit GERD yang dialami Junior kambuh pada 17 Februari 2022 dan Senin (21/2/2022) dengan tensi 155/104 fluktuatif.

Baca juga: Perintah Jend Dudung Abdurachman Foto Pelapor Penodaan Agama, Lubis: Ga Ada Masalah

Selanjutnya disebutkan juga Junior memohon diampuni karena bersalah membela rakyat warga Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban penggusuran lahan dan bangunan PT Sentul City.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved