Pengeroyokan

Dua Pengeroyok Haris Pertama Masih Buron, Dalam Kejaran Polisi

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa pihaknya meringkus tiga dari lima pelaku pengeroyokan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota
Rilis pengungkapan kasus pengeroyokan ketua umum DPP KNPI Haris Pertama di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2022) (Desy Selviany) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Polisi mengungkap peran para pelaku pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa pihaknya meringkus tiga dari lima pelaku pengeroyokan.

Ketiga pelaku yang dibekuk ialah MS (44), JT (43), dan SS (61).

Sementara dua pelaku lainnya Harvi dan Irwan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan polisi.

Kata Tubagus, empat pelaku merupakan eksekutor yang keroyok Haris di halaman Rumah Makan Garuda, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022).

"Keempat eksekutor yakni MS, JT, Irwan, dan Harvi," katanya di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Pengeroyok Haris Pertama Berprofesi sebagai Debt Collector, Mengaku Hanya Disuruh Eksekusi

Baca juga: Ada 5 Pria yang Keroyok Ketua KNPI Haris Pertama, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Peran tersangka Harvi ialah memukul Haris memakai batu.

Kemudian tersangka JT memukul Haris di bagian muka dengan tangan kosong sebanyak empat kali.

Sementara tersangka MS menendang wajah dan badan korban.

Baca juga: Ketua KNPI Haris Pertama, Pelapor Abu Janda dan Ferdinand Hutahaean, Lolos dari Percobaan Pembunuhan

Kemudian Irfan memukul teman korban menggunakan helm.

Lalu SS memberi perintah untuk mengeroyok korban.

Atas perbuatannya empat tersangka yang menjadi eksekutor dikenakan Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Baca juga: Haris Pertama Heran Kasus Abu Janda Bak Lenyap Ditelan Bumi, Singgung Kesaktian Buzzer

Sementara satu pelaku SS yang memerintahkan para pelaku dikenakan Pasal 55 Juncto Pasal 20 KUHP terkait penyertaan. 

Tersangka SS dikenakan pasal berbeda karena tidak ikut mengeroyok Haris, tetapi ikut memerintahkan para pelaku.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved