Virus Corona

Dianjurkan Lima Organisasi Profesi Kedokteran, Vitamin D Bisa Cegah Pasien Covid-19 Bergejala Berat

Penelitian tersebut juga mengungkapkan, tingkat mortalitas pasien Covid-19 dengan defisiensi vitamin D berkisar di angka 25,6 persen.

Editor: Yaspen Martinus
Medical News Today
Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, Vitamin D berperan penting dalam mencegah gejala berat pasien Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 konsisten mengalami kenaikan per hari hingga tercatat sudah lebih dari 230 ribu kasus aktif saat ini.

Pemerintah sudah menjamin ketersediaan obat-obatan antivirus untuk menghadapi ancaman gelombang ketiga terkait kemunculan varian Omicron, lantas bagaimana dengan ketersediaan vitamin?

Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, Vitamin D berperan penting dalam mencegah gejala berat pasien Covid-19.

Studi ini melibatkan 1.176 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada April 2020 sampai Februari 2021.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan, tingkat mortalitas pasien Covid-19 dengan defisiensi vitamin D berkisar di angka 25,6 persen.

Sedangkan tingkat mortalitas pada pasien Covid-19 dengan kadar vitamin D yang mencukupi jauh lebih rendah, yaitu 2,3 persen.

Untuk menjamin ketersediaan Vitamin D, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini telah memperbarui aturan.

Sebelumnya di Indonesia hanya boleh diproduksi Vitamin D dengan dosis 400 IU, tapi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan, maka dosis di atas 1.000 IU sudah bisa diproduksi.

Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia Prof Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI, FINASIM mengatakan, vitamin D sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh organ kita yang memiliki reseptor.

Istimewanya, vitamin D ini bersifat meregulasi sistem imun, serta meningkatkan aktivitas sel imun dalam melawan virus dan bakteri.

“Dalam masa pandemi Covid-19, memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D."

"Mengonsumsi vitamin D3 dosis 1.000 IU bisa dilakukan, tapi kalau mau tepat memang harus cek darah."

"Kalau memang rendah kita bisa menganjurkan sampai 5.000 IU sehari-harinya, apalagi kalau ada penyakit,” tutur ddokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ini, lewat keterangan tertulis, Selasa (15/2/2022).

Prof Iris menjelaskan, mengonsumsi vitamin D3 1.000 IU satu kali sehari tanpa periksa darah. adalah dosis yang aman.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved