Vaksinasi Covid19

Update Vaksin Booster di Jakarta Per Sabtu (12/2) Mencapai 977.795 Orang

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat per Sabtu (12/2) sebanyak 977.795 orang di Ibu Kota sudah disuntik vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster

Wartakotalive/Junianto Hamonangan
Ilustrasi - Update vaksin covid dosis 3 atau booster, Minggu (13/2/2022) foto Kegiatan vaksinasi booster digelar Gereja Kristen Injili Indonesia, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (29/1/2022) di tengah meningkatnya kasus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat per Sabtu (12/2) sebanyak 977.795 orang di Ibu Kota sudah disuntik vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster.

"Total dosis 3 sampai saat ini sebanyak 977.795 orang dan jumlah yang divaksin dosis 3 hari ini 34.824 orang," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia melalui keterangan tertulisnya, yang dikutip Minggu (13/2/2022).

Anak buah Anies Baswedan ini juga menyebut proses vaksinasi dosis 1 hingga saat ini sudah mencapai 12.161.039 orang (120,6%), dengan proporsi 71 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29 persen warga KTP Non DKI.

"Jumlah yang divaksin dosis 1 sebanyak 1.975 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 10.104.802 orang (100,2%), dengan proporsi 73 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 27 persen warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 14.926 orang," jelas Dwi.

Baca juga: Sebanyak 181, 579 Lansia di Jakarta Telah Jalani Vaksinasi Booster

Baca juga: Selain Jadi Booster, Vaksin Merah Putih Juga Bakal Dihibahkan ke Negara Sahabat, Terutama di Afrika

Selain itu, guna menekan jumlah penyebaran terpaparnya virus Covid-19 khususnya varian Omicron yang sedang mengganas di Jakarta ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya menggencarkan proses vaksinasi.

Tetapi, penindakan protokol kesehatan (prokes) juga masih terus dilakukan.

"Melalui Satpol PP DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PPKM lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha," jelas Dwi.

Dwi berharap, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved