Virus Corona

Sebaran Covid Omicron di Banten dalam Sehari Tembus 7.283 Kasus Didominasi Tangerang Raya

Dalam dua pekan ini kasus Covid-19 di Provinsi Banten naik signifikan. Kebanyakan varian omicron dengan gejala ringan

Istimewa
Kepala Dinas KesehatanProvinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengimbau warga untuk melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara ketat serta mengikuti program vaksinasi untuk antisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Dalam dua pekan ini kasus Covid-19 di Provinsi Banten naik signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan Covid-19 varian omicron memang relatif menimbulkan gejala ringan.

Namun tingkat penyebaran varian tersebut lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya. 

"Penyebarannya lebih cepat daripada delta pada gelombang kedua," ujar Ati, Minggu (13/2/2022).

Baca juga: Propinsi Banten Paling Tinggi Kasus Covid, Ahmed Zaki Ingatkan Warga Tidak Kendor Prokes

Tidak hanya itu, lanjut Ati, saat ini sudah memasuki ancaman gelombang ketiga.

Diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan terus melakukan protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi baik dosis pertama dan kedua hingga vaksin lanjutan atau booster. 

"Sudah mulai, puncaknya itu Febuari akhir dan Maret. Ya tapi bisa saja tidak sampai Maret tergantung kepada masyarakat lagi," ucap Ati.

Dikatakan, hingga saat ini angka kematian dampak dari Covid-19 masih sangat rendah jika dibandingkan pada saat gelombang kedua pada tahun lalu. 

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Lonjakan Kasus Akibat Omicron Tinggal 25 Hari Lagi, Setelah Itu Menurun

"Kalau yang bergejala ringan tapi ada komorbid, itu disarankan rawat ditempat isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan oleh pemerintah daerah," katanya.

Dijelaskan, mayoritas mereka yang terpapar Covid-19 varian Omicron tidak menimbulkan gejala sampai bergejala ringan sehingga dapat melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang bergejala sedang dan berat harus dilakukan perawatan di rumah sakit.

Ditambahkan Ati, tidak semua pasien Covid-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri, lantaran ada beberapa persyaratan yang membolehkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Di antaranya tempat tinggal yang memadai, usia kurang dari 47 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved