Setuju Beli Jet Tempur Pakai Utang, Farhan: Indonesia Punya Kredibilitas Baik di Mata Kreditur Dunia

Hal itu tak terlepas dari persaingan global antara AS dan Cina yang meluaskan pengaruhnya melalui kekuatan ekonomi.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai NasDem Muhammad Farhan setuju bila pemerintah membeli jet tempur F-15 dengan cara mengutang. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai NasDem Muhammad Farhan setuju bila pemerintah membeli jet tempur F-15 dengan cara mengutang.

Farhan menjelaskan, setiap pembelian alutsista dari luar negeri dengan jumlah banyak, pasti menggunakan mekanisme pinjaman luar negeri yang sudah disetujui oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Indonesia dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam hal tersebut.

Baca juga: Usulan Usia Pensiun TNI Diperpanjang, Mantan Kabais: Bakal Ngos-ngosan Lari di Lapangan

"Setiap pembelian alutsista dari luar negeri dengan jumlah sebanyak itu, pasti menggunakan mekanisme pinjaman luar negeri, yang sudah disetujui oleh Bappenas dan Kemenkeu."

"Bukan hal besar, karena skema pinjaman luar negeri Indonesia untuk program pemerintah memiliki kredibilitas yang baik di mata kreditur dunia," tutur Farhan kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).

Farhan menilai dari kondisi politik global, pembelian jet tempur F-15 dari Amerika Serikat menunjukkan dominasi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam pengadaan alutsista modern di Indonesia dan regional Asia Tenggara.

Baca juga: Bantah Perkom 1/2022 Cegah Alumni KPK Kembali, Sekjen: Kita Bisa Terus Berkolaborasi

Hal itu tak terlepas dari persaingan global antara AS dan Cina yang meluaskan pengaruhnya melalui kekuatan ekonomi.

"Dari sudut pandang AS dan kawan-kawan, dalam konteks persaingan eksistensi militer AS versus Cina, pembelian ini akan menjaga keseimbangan kekuatan militer dunia di regional Asia Tenggara," ulasnya.

Tak Cuma Beli 42 Pesawat Tempur dari Prancis, Indonesia Juga Boyong 36 Unit F-15 dari Amerika

Indonesia bakal membeli 36 unit pesawat pesawat tempur F-15 dari Amerika Serikat (AS)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS menyetujui proposal pembelian itu, dengan nilai sekitar USD 13,9 miliar, atau hampir Rp200 triliun.

Surat pemberitahuan mengenai persetujuan Kemlu AS tersebut telah disampaikan oleh Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS (DSCA) kepada Kongres AS, Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Puncak Kasus Omicron Diprediksi Terjadi 2-3 Minggu Lagi, Bisa Lima Kali Lipat dari Gelombang Kedua

Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam rilis Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS, Kamis (10/2/2022).

"The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia of F-15ID Aircraft and related equipment for an estimated cost of $13.9 billion."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved