Tak Cuma Beli 42 Pesawat Tempur dari Prancis, Indonesia Juga Boyong 36 Unit F-15 dari Amerika

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS menyetujui proposal pembelian itu, dengan nilai sekitar USD 13,9 miliar, atau hampir Rp200 triliun.

Editor: Yaspen Martinus
jejaktapak.com
Indonesia bakal membeli 36 unit pesawat pesawat tempur F-15 dari Amerika Serikat (AS) 

Selain itu, kata Prabowo, ditandangani pula MoU kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan Dassault Aviation untuk pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul pesawat-pesawat Prancis yang akan atau sudah digunakan Indonesia.

Baca juga: Densus 88 Bekuk Ketua Jamaah Islamiyah Bengkulu, Berperan Rekrut Anggota Hingga Sembunyikan Buronan

Juga, MoU kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan tentang kapal selam antara PT PAL dengan Naval Group dari Prancis.

"Yang tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam Scorpène dengan AIP (Air Independent Propulsion) beserta persenjataan dan suku cadang-suku cadang yang dibutuhkan, termasuk latihan," bebernya.

MoU kerja sama antara PT LEN dengan Thales (Group) di bidang satelit, juga diteken.

Baca juga: Sekjen Gerindra: Deklarasi Prabowo Subianto Capres 2024 Digelar Tahun Ini, Kita Tunggu Undangannya

"Ini juga menuju pada pengadaan satelit pertahanan," ucap Prabowo.

Ditandangani pula kerja sama antara PT Pindad dan Nexter Munitions untuk produksi amunisi kaliber besar persenjataan darat.

Berdasarkan keterangan Biro Humas Setjen Kemhan, Kamis (10/2/2022), kedua delegasi membahas peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua negara, yang diharapkan memperkuat hubungan pertahanan bilateral Indonesia dan Prancis di masa mendatang.

Baca juga: Tanggapi Pernyataan KSAD, MUI: Berdoa Boleh Pakai Bahasa Daerah Masing-masing

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari Penandatanganan Persetujuan Kerja sama Pertahanan/Defence Cooperation Agreement (DCA) di Paris, antara Menhan dengan Menteri Angkatan Bersenjata Perancis pada 28 Juni 2021.

"Berdasarkan beberapa Letter of Intent Alutsista, Indonesia dan Prancis telah memulai Working Group Alutsista Strategis (Rafale, Scorpene Submarine, Frigate, dan MBDA Missile)."

"Di mana agenda selanjutnya akan memfokuskan pembahasan kontrak pengadaan dan alih teknologi," kata keterangan tersebut. (Gita Irawan)--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Tribunnews" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to tribunnews+unsubscribe@google

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved