Nadiem Makarim Luncurkan Kurikulum Merdeka, Tidak Ada Paksaan ke Sekolah

Nadiem menekankan pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat).

Wartakotalive/Ign Agung Nugroho
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim luncurkan kurikulum merdeka 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim resmi meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar Episode Kelima belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

Nadiem menekankan pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat).

"Penyederhanaan kurikulum darurat ini efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19," ujar Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-15 secara daring, Jumat (11/2/2022).

Dalam pemulihan pembelajaran saat ini, kata Nadiem, satuan pendidikan diberikan kebebasan menentukan tiga kurikulum yang akan dipilih atau tidak dipaksakan kepada setiap sekolah.

Pilihan pertama, Kurikulum 2013 secara penuh, pilihan kedua Kurikulum Darurat, yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan, dan pilihan ketiga adalah Kurikulum Merdeka.

Baca juga: Pemuda Pancasila Desak Nadiem Makarim Hentikan PTM Seiring Naiknya Kasus Omicron

Baca juga: Ikuti Arahan Nadiem Makarim, Kalbis Institute Siapkan Lulusan Berbasis Kebutuhan Industri

"Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahapan kesiapan dirinya menggunakan Kurikulum Merdeka," ujar Nadiem.

Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus, kata Nadiem, menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.

Arah perubahan kurikulum yang termuat dalam Merdeka Belajar Episode 15 ini adalah struktur kurikulum yang lebih fleksibel.

Baca juga: Didampingi Reza Rahardian dan Nadiem Makarim, Presiden Jokowi Hadir di FFI 2021

Baca juga: WINNER Pererat Hubungan Indonesia - Belanda dalam Bidang Pendidikan, Ini Kata Nadiem Makarim

Fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan.

Serta karakteristik peserta didik, serta aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik. 
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved