Berita Depok

Keluarga Almarhum Tukang Gali Kubur di Mampang Depok Dapat Santunan Rp 42 Juta, Berkat Kader Perisai

Berkat Kader Perisai, keluarga almarhum tukang gali kubur terima santunan Rp 42 juta. Keluarga almarhum tinggal di Mampang, Kota Depok.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Keluarga Almarhum Tukang Gali Kubur di Mampang Depok Dapat Santunan Rp 42 Juta, Berkat Kader Perisai. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Keluarga almarhum tukang gali kubur di Mampang Depok terima santunan Rp 42 Juta, Berkat Kader Perisai

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta.

Baca juga: 2.000 Karyawan BPJamsostek Terima Vaksinasi Booster

Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris dari almarhum Misar, seorang tukang gali kubur di Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Santunan diserahkan secara simbolis oleh Lurah Mampang Darmawansyah SE didampingi Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Aris Setiawan.

Baca juga: BPJamsostek Siap Hadirkan Program JKP, Korban PHK Dapat Uang Tunai hingga Pelatihan Kerja

Hal itu juga disaksikan oleh Iwan Setiawan selaku kader Perisai yang juga Ketua RT 04 dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Mampang, Andi Bedil, Rabu (9/2/2022).

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Misar. Jaminan dan santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bukti kehadiran pemerintah hingga tataran masyarakat paling bawah,” kata Lurah Mampang, Darmawansyah dalam sambutannya, Rabu (9/2/2022).

Darmawansyah juga mengajak seluruh perangkat wilayah dan masyarakat untuk ikutserta mendaftarkan diri agar mendapatkan jaminan sosial dan perlindungan dari BPJAMSOSTEK.

Sebagai informasi, almarhum Misar tercatat sebagai peserta BPJAMSOSTEK sejak Oktober 2021 dengan dua program perlindungan, yakni Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Baca juga: Tingkatkan Kepatuhan Regulasi yang Berlaku, BPJamsostek Teken Kerjasama dengan Polri

Sementara almarhum meninggal dunia pada 7 Desember 2021, atau tercatat baru menjadi peserta selama empat bulan.

Kader Perisai BPJAMSOSTEK, Iwan Setiawan menyampaikan bahwa kepesertaan almarhum dalam program BPJAMSOSTEK merupakan andil pihaknya dan jajaran Karang Taruna untuk meyakinkan masyarakat bergotong-royong membantu dalam urunan iuran.

Di mana, jelas Iwan, iuran untuk program JKK dan JKM kategori bukan penerima upah (BPU) sebesar Rp16.800 per orang per bulan.

“Kita tidak menginginkan musibah menimpa almarhum dan keluarganya, tetapi dengan adanya kejadian ini, masyarakat jadi semakin sadar pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ucap Iwan.

Iwan selaku kader Perisai menyatakan bahwa iuran sebesari Rp16.800 per orang per bulan tersebut sangat ringan jika dibandingkan dengan manfaat yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK.

“Dengan adanya kejadian ini, menjadi atensi warga masyarakat sehingga sekarang berbondong-bodong ikut mendaftar diri dan keluarganya dalam program BPjamsostek,” papar Iwan.

Baca juga: Tingkatkan Kepatuhan Pemberi Kerja terhadap Regulasi, BPJamsostek Teken Kerjasama dengan Polri

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, Mohamad Irfan mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum Misar.

“Mudah-mudahan santunan yang kami berikan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Irfan.

Irfan juga mengapresiasi peran kader Perisai yang menjadi ujung tombak BPJAMSOSTEK dalam menyampaikan informasi dan edukasi secara langsung kepada masyarakat di tingkat paling bawah.

Baca juga: BPJamsostek Kebayoran Lama Lindungi Agen, Oranger dan Deliver PT Pos se-Jaksel dengan Layanan Pospay

Menurutnya, capaian-capaian kinerja BPJAMSOSTEK tak lepas dari andil dan peran kader-kader perisai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perlu diketahui, Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial Nasional diluncurkan BPJAMSOSTEK pada 2018 silam dan merupakan sebuah program keagenan dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan secara nasional, khususnya bagi pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) dan UMKM.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved