Rabu, 22 April 2026

Formula E

Sekum KAHMI Jaya Nilai Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Asal Bunyi Tuduh Lelang Formula E Settingan

Pemprov Jakarta di bawah komando Gubernur Anies sudah melakukan ribuan kali lelang dengan anggaran triliun.

ISTIMEWA
Sekretaris Umum MW KAHMI JAYA, M. Amin 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekretaris Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Sekum KAHMI JAYA), M. Amin, menyatakan, proses lelang tender pembangunan sirkuit Formula E berjalan transparan.

Artinya, tudingan setting-an hanya asal bunyi (asbun). "kalau dia punya data atau bukti silahkan aja lapor kepada yg berwajib, jangan cuap-cuap tidak menentu," kata Amin keterangan tertulisnya, Kamis (10/2/2021).

"Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsno, asbun aja itu. Tidak mengerti Gembong. Mana yang tidak transparan? mana yang pembongan publik? makanya asbun," ujar Amin dalam 

Dia menjelaskan, Pemprov Jakarta di bawah komando Gubernur Anies sudah melakukan ribuan kali lelang dengan anggaran triliunan, sehingga prinsip keterbukaan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga: Polemik Formula E, Lembaga Studi Anti Korupsi Minta KPK Periksa Pihak Official, Berikut Alasannya

"Penyelanggaraan Formula E dijalankan oleh orang-orang prfesional. Ketuanya Ahmad Sahroni yang berpengalaman dalan dunia otomotif. Artinya, lelang semua berjalan sesuai dengan aturan. Tak ada setting-an. Fitnah itu," beber dia.

Dia meyakini, menangnya PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk sebagai pembangunan sirkuit Formula E itu sudah memenuhi kriteria penilaian yang telah ditetapkan persyaratannya. "Anies sebagai gubernur tidak akan main-main. Ini ajang internasioal," ucapnya.

Hasil dari Jakpro, kata Amin, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk mendapatkan kecukupan dan pemenuhan penilaian terbaik di antara penyedia lainnya melalui proses evaluasi dan klarifikasi.

Pengalaman dalam membangun infrastruktur, termasuk jalan layang dan jalan tol, kemampuan proyek, serta akuntabilitas dalam bekerja menjadi pertimbangan lain. "Warga Jakarta pasti mendukung ini. Karena bawa nama baik Indonesia dan bisa meningkatkan gairah pertumbuhan ekonomi. Ajang bagus kok, diganggu terus. Aneh," tandas dia.

Baca juga: Petanesia DKI Diharapkan jadi Solusi Permasalahan Bangsa

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved