Virus Corona
Sinovac Kembangkan Vaksin Multivarian untuk Hadapi Mutasi Covid-19 Varian Baru
Weining Meng, Wakil Presiden Sinovac, mengatakan, saat ini pihaknya terus mengembangkan vaksin Covid-19, yang salah satu adalah vaksin multivarian.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sinovac sedang mengembangkan vaksin Covid-19 menjadi vaksin multivarian.
Weining Meng, Wakil Presiden Sinovac, mengatakan, saat ini pihaknya terus mengembangkan vaksin Covid-19, yang salah satu adalah vaksin multivarian.
Weining Meng mengatakan, perusahaannya sudah memiliki vaksin untuk beberapa mutasi Covid-19, seperti Alpha, Beta dan Gama.
Rencananya, Sinovac akan membuat vaksin dalam bentuk lain yang saat ini sedang dikembangkan.
"Saat ini sudah ada varian Omicron, mungkin juga di masa mendatang akan ada varian lain yang muncul. Vaksin multivarian ini menjadi pengembangan yang sangat penting," kata Weining Meng, Selasa (8/2/2022).
Weining Meng mengatakan hal tersebut disela diskusi Sinovac bersama media yang digelar virtual.
Baca juga: Studi Terbaru Sinovac: 95 Persen Penerima Tiga Dosis Vaksin Covid-19 Punya Antibodi Penawar Omicron
Baca juga: Kombinasi Vaksin Booster, Penerima Dosis Lengkap Sinovac Bisa Disuntik AstraZeneca dan Pfizer
Menurut Weining Meng, Sinovac juga melakukan terus mengembangkan vaksin multivarian ini, masih dengan menggunakan platform inactivated virus (virus yang dilemahkan).
"Itu yang kami lakukan saat ini," kata Weining Meng.
Ia berharap, vaksin multivarian ini mampu meningkatkan respons kekebalan terhadap berbagai varian SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.
Saat ini penelitian masih berlangsung, dan dalam waktu satu bulan penelitian, data akan tersedia.
Terkait Covid-19 varian Omicron, manufaktur vaksin asal Tiongkok itu terus bekerja sama dengan kolaborator mereka untuk membuat vaksin khusus untuk Omicron.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai Besok, Pakai Sinovac
Baca juga: Jamin Stok Vaksin Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun, Bio Farma Bakal Datangkan 40 Juta Dosis Sinovac
Weining Meng yakin, kinerja CoronaVac saat ini mampu menjadi booster.
"Berdasarkan data yang didapat saat ini, terutama di negara yang menggunakan CoronaVac sebagai booster, memperlihatkan vaksin ini masih mampu melindung warganya, bahkan untuk warga yang berisiko tinggi," jelas Weining Meng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sinovac-ws.jpg)