Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Paniai, Kejaksaan Agung Periksa Enam Polisi

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer mengatakan, keenam saksi itu diperiksa sejak Senin 7 Februari 2022 hingga Selasa 8 Februari 2022.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Ahmad Sabran
Tim jaksa penyidik pada Direktorat Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa enam saksi terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dalam peristiwa di Paniai, Papua, 2014 silam. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Enam saksi diperiksa terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dalam peristiwa di Paniai, Papua, 2014 silam.

Adalah tim jaksa penyidik pada Direktorat Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung yang memeriksa enam saksi tersebut.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer mengatakan, keenam saksi itu diperiksa sejak Senin 7 Februari 2022 hingga Selasa 8 Februari 2022.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Harun Masiku, DPR Diminta Soroti Independensi dan Integritas Calon Anggota KPU

Leonard menjelaskan, tiga saksi pertama diperiksa pada Senin 7 Februari 2022.

Mereka diperiksa untuk memberikan penjelasan terkait penembakan di sekitar Polsek Paniai Timur dan Lapangan Karel Gobai.

"Tiga orang saksi dari pihak Kepolisian RI untuk menerangkan peristiwa penembakan di sekitar Polsek Paniai Timur dan Lapangan Karel Gobai."

Baca juga: Sekjen Gerindra: Insyaallah Prabowo Maju Sebagai Capres 2024, Dipasangkan dengan Orang Terbaik

"Serta menjelaskan peristiwa pemalangan jalan di Pondok Natal pada tanggal 8 Desember 2014," tutur Leonard, Rabu (9/2/2022).

Tiga saksi lainnya, kata Leonard, juga berasal dari pihak Polri.

Namun, dia dimintai keterangan terkait peristiwa yang berbeda dari ketiga saksi sebelumnya.

Baca juga: Mahfud MD Tak Setuju Cuma Pembela Pemerintah yang Dituding Buzzer, yang Menyerang Bukan

"Hari Selasa tanggal 8 Februari 2022 juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari pihak Kepolisian RI."

"Untuk menjelaskan hasil uji balistik terhadap pengujian serpihan peluru dan jenis senjata yang digunakan unsur TNI dan Kepolisian RI."

"Serta menjelaskan peristiwa pemalangan jalan di Pondok Natal 8 Desember 2014," terang Leonard.

Baca juga: Sekjen Golkar: Semua Parpol Besar Sodorkan Capres, Koalisi Pilpres 2024 Masih Sangat Cair

Dengan begitu, Leonard mengungkapkan total ada 37 saksi yang telah diperiksa oleh penyidik.

Mereka berasal dari berbagai unsur yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved