Dilaporkan Terkait Isu Penodaan Agama, Jenderal Dudung Minta Danpuspomad Foto Muka Para Pelapornya

Dudung mengaku telah memberikan arahan kepada Komandan Puspomad terkait laporan tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) melaporkan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman ke Pusat Polisi Militer TNI AD. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) melaporkan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman ke Pusat Polisi Militer TNI AD.

Dudung mengaku telah memberikan arahan kepada Komandan Puspomad terkait laporan tersebut.

Hal itu ia sampaikan saat Coffee Morning Pimpinan Redaksi Bersama KSAD di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

Baca juga: Polisi Isyaratkan Naikkan Status Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Menjadi Penyidikan

"Itu kan dilaporkan sama koalisi, saya sampaikan sama Danpuspom, yang dilaporkannya ke Puspomad."

"Puspomad itu kan anak buah saya."

"Saya sampaikan Danpuspomad, silakan, dilaporkannya kan tertulis."

Baca juga: 20 Pekan Indonesia Nihil Zona Merah Covid-19, Kuning 421, Oranye Naik Jadi 10

"Saya bilang kemarin, silakan datang, cek siapa koalisi itu."

"Orang-orang itu siapa saja. Nanti kalau datang, Danpuspomad foto satu-satu mukanya, biar kita tahu siapa mereka. Silakan saja laporkan, enggak masalah," tutur Dudung.

Dudung enggan menanggapi lebih jauh mengenai laporan tersebut.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 83, Ciamis Wakili Pulau Jawa

Baginya, yang lebih penting adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan strategis.

"Masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang strategis, bagi saya itu dulu."

"Bagaimana membantu pemerintah pusat, bagaimana menyejahterakan masyarakat, bagaimana menyejahterakan prajurit, itu yang penting bagi saya sekarang," tegas Dudung.

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Gelombang Ketiga Akibat Omicron Bakal Lebih Singkat, Masa Puncak Bisa Berbeda

KUHAP APA melaporkan Dudung ke Puspomad pada Jumat (28/1/2022) lalu.

Pelaporan ini terkait pernyataan Dudung yang dianggap menyinggung umat agama tertentu, saat menjadi bintang tamu di salah satu acara bincang-bincang di YouTube.

Koordinator KUHAP APA Damai Hari Lubis mengatakan, pernyataan Dudung tidak mencerminkan tupoksinya sebagai perwira tinggi TNI AD.

"Jadi tidak sepantasnya secara etika dan secara hukum," kata Damai lewat keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (30/1/2022). (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved