Virus Corona

Dekati Jumlah Puncak Penularan Covid Varian Delta, Bima Arya Minta Satgas Kewilayahan Diaktivasi

Bima Arya sebut angka harian kasus Covid Kota Bogor dekati puncak penularan varian Delta. Satgas Kewilayahan diaktivasi.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Pemkot Bogor
Dekati Jumlah Puncak Penularan Covid Varian Delta, Bima Arya Minta Satgas Kewilayahan Diaktivasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Dekati jumlah puncak penularan Covid varian delta, Bima Arya minta satgas kewilayahan diaktivasi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa rumah sakit di Kota Bogor untuk memastikan kesiapan fasilitas rumah sakit menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kepala Kejari Kota Bogor, Sekti Anggraini dan unsur forkopimda lainnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Bogor Melonjak Bima Arya Panggil Pimpinan Rumah Sakit

Pada kesempatan itu, Bima Arya meminta rumah sakit di Kota Bogor untuk mengkonversi tempat tidur umum menjadi tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Sebab, pada, Sabtu (5/2/2022) lalu, Kota Bogor mencatatkan penambahan 741 kasus baru. Angka harian itu mendekati jumlah puncak penularan virus Covid-19 varian delta.

Sidak yang dilaksanakan ke beberapa rumah sakit di Kota Bogor ini kata dia, merupakan instruksi pemerintah pusat untuk mengecek Bed Occupancy Rate (BOR).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Signifikan, PTM di Kota Bogor Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Bima Arya

Selain itu juga untuk memastikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien dengan gejala sedang dan berat.

Sementara untuk pasien dengan gejala ringan cukup dengan menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah.

“Untuk itu kita pastikan kesiapan fasilitas perawatan pasien Covid-19, khususnya tempat tidur. Secara keseluruhan tempat tidur di rumah sakit sudah di konversi, di antaranya di Rumah Sakit Hermina, RSUD Kota Bogor dan Bogor Senior Hospital," kata Bima Arya di RSUD Kota Bogor, Senin (7/2/2022).

Bima Arya menyebut, sejauh ini BOR di Kota Bogor masih terkendali dan berada di angka 31 persen.

Artinya warga yang dirawat lebih banyak memiliki gejala ringan dan kondisinya masih terkendali. Berbeda hal dengan beberapa kota yang mengalami peningkatan tren.

“Artinya semua pihak tidak boleh lalai dan lengah. BOR ini harus di monitor terus. Jika terus merangkak naik, berarti ada sesuatu yang harus kita antisipasi. Hanya ketika BOR RSUD Kota Bogor mencapai 80 persen, rumah sakit perluasan akan kita aktivasi, tapi saat ini belum," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Anies Siap Tambahkan Fasilitas Kesehatan di Ibu Kota

Pihaknya juga ingin memastikan prioritas bagi warga yang harus didahulukan dan rumah sakit yang dicek sudah menaati instruksi tersebut, demikian juga di fasilitas ICU.

"Pasien yang dirawat kondisinya yang berat sebagian besar karena komorbid dan lansia. Sebagian besar juga yang dirawat adalah yang belum di vaksin,” jelas Bima Arya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved