Hari Jadi Pondok Gede

Uu Ruzhanul Ulum Kenal Pondok Gede Sejak Kecil, karena Memiliki Sejarah Panjang

Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ternyata sangat mengenal kawasan POndok Gede, karena itu dia turut mengapresiasi saat peringati HUT ke-276.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Pencanangan Hari Jadi Pondokgede ke-276 di Lapang Futsal Plaza Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (2/2/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Pencanangan Hari Jadi Pondokgede ke-276 dan peluncuran buku ‘Sketsa Masa Lalu’ di Lapangan Futsal Plaza Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (2/2/2022).

Dalam kesempatan itu, Uu sapaan Uu Ruzhanul menyebut kedatangan tak lain sebagai bentuk atas dorongan masyarakat yang berkeinginan untuk membuat hari jadi Pondok Gede.

Menurut Uu, Pondok Gede memiliki sejarah yang sangat kental.

Baca juga: Jelang Peresmian Stadion Baru, Wahidin Halim Tegaskan Banten Siap Jadi Tuan Rumah PON

"Pondok Gede ini punya sejarah apalagi dulu kalau orang mau naik haji ke Pondok Gede,” ujarnya.

“Saya sejak kecil sudah tahu Pondok Gede karena sejak kecil saya sering datang ke sini untuk mengantar saudara ke Mekkah," lanjutnya.

Menurut Uu, jika masyarakat berkeinginan menjadikan hari jadi Pondok Gede yang saat ini genap berusia ke-276 tahun, itu sesuatu yang wajar.

Di mana itu bukan usia yang muda lagi, sehingga tentunya dengan terbentuknya hari jadi itu, akan membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat.

"Mereka yang ingin menjadikan Pondok Gede sebagai Hari Jadi, ini menjadi rasa nasionalisme kebangsaan mereka karena dengan hal itu mereka sangat cinta dengan Pondok Gede, cinta Pondok Gede berarti cinta tanah air. Kan tidak semua kelompok bisa seperti itu," katanya.

Baca juga: Propam Minta Kewenangan Tindak Polisi yang Lakukan Pidana, Tak Cuma Urus Etik dan Disiplin

Dengan pencanangan hari jadi Pondok Gede ini, Uu berharap masyarakat terus dapat membangun toleransi yang baik antar semua masyarakat, apalagi Kota Bekasi ini menurut Uu memiliki beragam suku dan ras. Sehingga tentu ini harus dijaga ketentraman dan keharmonisannya.

"Harapan kami tetap jaga persatuan dan persatuan. Toleransi apalagi Kota Bekasi banyak sekali urbannya, banyak suku ras dan agama Jadi dengan kecintaan tanah air mereka bisa saling menghormati dan menghargai demi keutuhan persatuan kita ujarnya," ujarnya.

Selain Pencanangan Hari Jadi Pondok Gede, G.J Nawi juga meluncurkan sebuah buku yang berjudul Sketsa Masa Lalu Pondok Gede. Pria yang akrab disapa oleh Gusman ini mengatakan latar belakang penulisan buku itu semata-mata untuk membangkitan rasa literasi sejarah di kampung halamannya.

"Oleh karena itu saya berharap ini bisa menular ada dampak positif yang didapat. Karena buku ini menceritakan bagaimana perkembangan sejarah di Pondok Gede," kata G.J Nawi.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved