Virus Corona

Usulan Anies Baswedan Hentikan PTM 100 Persen Didukung Fraksi Nasdem

Dengan tingkat BOR mencapai 60 persen, ketua fraksi Nasdem mendukung Anies Baswedan untuk menghentikan PTM 100 persen sementara.

Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap awal di SMPN 5 Kota Tangerang. 

Usulan Anies Baswedan soal PTM 100 persen Dihentikan Didukung NasDem

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada pemerintah pusat soal penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen didukung Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta.

Partai besutan Surya Paloh itu sepakat dengan usulan Anies demi keselamatan warga sekolah di tengah ancaman Covid-19 varian Omicron.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengatakan, pemerintah perlu mencermati kasus positif Covid-19 termasuk varian Omicron yang meningkat di Jakarta.

Hingga kini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) isolasi di Jakarta telah mencapai 60 persen.

“Perlu dipertimbangkan, sebaiknya PTM 100 persen dihentikan sementara, dan dilakukan kembali ke pembelajaran jarak jauh, sampai kondisinya kondusif, terlebih sekarang ini telah banyak warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan Rumah Sakit,” kata Wibi berdasarkan keterangannya, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: KPAI Puji Sikap Presiden Jokowi yang Minta PTM Ditinjau Ulang, demi Keselamatan Siswa dan Guru

Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Kota Tangerang Dihentikan

Wibi berharap, pemerintah pusat mengizinkan usulan Anies terkait PTM dihentikan selama sebulan sambil memantau perkembangan Covid-19. Di juga meminta kepada masyarakat untuk mematuhi prokes, dan Satgas Covid-19 DKI Jakarta untuk meningkatkan pengawasan prokes.

“Untuk PTM harus ada kerjasama antara pihak Pemprov DKI dan sekolah dalam pengawasannya. Hal ini untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujar Wibi yang juga menjadi anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Ambon, Maluku pada Jumat (14/1/2022).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Ambon, Maluku pada Jumat (14/1/2022). (Istimewa)

Wibi juga meminta sekolah agar segera melakukan langkah-langkah mitigasi apabila ditemukan kasus positif saat PTM berlangsung. Bagi masyarakat Jakarta juga diimbau tetap waspada, mencermati kenaikan drastis yang sudah harus menjadi peringatan kepada seluruh warga.

Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berubah pikiran soal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah.

Setelah keukeuh ingin menggelar PTM 100 di tengah naiknya varian Omicron, Anies kini mengusulkan pada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar menghentikan PTM dan mengubahnya menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Tadi siang, (saya) berkomunikasi dengan pak Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jawa-Bali, (saya) menyampaikan usulan agar untuk Jakarta, PTM atau pembelajaran tatap muka ditiadakan selama satu bulan ke depan,” kata Anies di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Covid-19 Merebak di Liga 1 2021, Beckham Memaklumi Keputusan PT LIB Menunda Duel Persib Kontra PSM

“Jadi selama satu bulan ke depan, pembelajaran 100 persen jarak jauh atau belajar di rumah saja sambil nanti kita pantau kondisi Covid-19 seperti apa,” tambah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Anies mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih membahas rencana penerapan PJJ 100 persen selama sebulan.

Dia berjanji akan mengumumkan kepada publik hasil pemantauan perkembangan Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Ini sedang dibahas, nanti selesai dibahas, kami akan sampaikan bagaimana hasilnya. Tapi kita menyadari persis bahwa kondisi di Jakarta membutuhkan anak-anak untuk mengurangi risiko dan usulan dari Jakarta adalah kami hentikan PTM dan kita 100 persen PJJ atau belajar dari rumah saja,” jelas Anies.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo meminta kepala daerah di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi pelaksanaan PTM.

Hal ini menyusul naiknya kasus Covid-19 varian Omicron di sejumlah daerah. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved