Berita Nasional

Update Kasus Hukum Arteria Dahlan terkait Dugaan SARA, Polisi Segera Umumkan Hasil Pemeriksaan

Sebelumnya Tim hukum Edy Mulyadi sempat mendesak Polri turut mengusut kasus 'Bahasa Sunda' Arteria Dahlan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
ARTERIA Dahlan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Mabes Polri mengaku sudah memproses kasus dugaan ujaran kebencian "Bahasa Sunda" yang menyeret nama anggota DPR RI Arteria Dahlan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kasus tersebut ditangani oleh Polda Metro Jaya.

"Semua sudah diproses. Nanti akan kami sampaikan updatenya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kita tunggu dulu ya, semuanya dalam berproses karena yang menangani dari Polda Metro Jaya," ujarnya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022).

Dedi memastikan Polri akan memproses hukum siapapun secara profesional.

Baca juga: Kuasa Hukum Keberatan Edy Mulyadi Ditahan, Polri: Sudah Sesuai Prosedur yang Diatur KUHAP

Sebelumnya Tim hukum Edy Mulyadi sempat mendesak Polri turut mengusut kasus 'Bahasa Sunda' Arteria Dahlan.

Dia meminta Polri tidak hanya memproses kasus Kalimantan Tempat Jin Buang Anak yang menjerat kliennya.

Ketua tim hukum mantan politisi PKS Edy Mulyadi, Herman Kadir mempertanyakan alasan Polri yang belum memproses kasus Arteria Dahlan yang diduga memberikan ujaran kebencian terhadap suku Sunda.

"Arteria Dahlan itu tidak diapa-apain sama Mabes Polri. Apa bedanya dengan Edy Mulyadi. Saya mau tanya. Apa bedanya?," kata Kadir di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/1/2022).

Diketahui Arteria Dahlan sempat dilaporkan masyarakat adat sunda lantaran meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara Bahasa Sunda saat rapat.

Hal tersebut dikatakan Arteria saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks DPR/MPR, Jakarta.

Baca juga: Sudah Bawa Sekantong Baju Ganti, Firasat Edy Mulyadi Terbukti, Polisi Langsung Jebloskan ke Penjara

Arteria meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat Kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit Pak JA, ada Kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai Bahasa Sunda, ganti Pak itu," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (17/1/2022).

Arteria menyayangkan sikap Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda saat rapat.

Menurut dia, Kajati itu seharusnya menggunakan Bahasa Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved