Liga 1 2021

Masih di Papan Bawah, RD Yakin Laskar Antasari Bisa Keluar dari Zona Degradasi di Akhir Liga 1 2021

Barito Putera kalah 1-2 dari Bhayangkara FC pada laga pekan ke-22 Liga 1 2021 di Stadion Ngurah Rai, Bali, Selasa (1/2/2022).

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Dok.LIB
Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Barito Putera kalah 1-2 dari Bhayangkara FC pada laga pekan ke-22 Liga 1 2021 di Stadion Ngurah Rai, Bali, Selasa (1/2/2022).

Kekalahan itu membuat Barito Putera belum bisa keluar dari zona degradasi, yaitu di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 16 poin dari 22 kali main.

Sedangkan, Bhayangkara ada di posisi runner-up klasemen sementara setelah mengumpulkan 43 poin dari 22 kali penampilan.

Di luar kekalahan itu, sebelumnya Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, sukses mengantarkan RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 musim depan dengan predikat sebagai runner-up Liga 2 2021.

Baca juga: Rahmad Darmawan Sebut Absennya Renan Alven dan Kim Jun-sung Jadi Penyebab Kekalahan Barito Putera

Baca juga: Rahmad Darmawan Minta Pemain Rans Cilegon FC Jaga Profesionalitas di Laga Final Lawan Persis Solo

Baca juga: Rahmad Darmawan Bilang Kunci Kemenangan Rans Cilegon Atas PSIM Yakni Fokus dan Disiplin

Rahmad Darmawan mengatakan bahwa saat menerima pinangan dari Barito Putera dirinya sudah memikirkan matang-matang salah satunya mengenai tantangannya untuk bisa membawa Barito Putera keluar dari zona degradasi.

"Saya rasa, tentu dalam menangani setiap klub itu berbeda masalahnya beda dan pendekatannya beda. Saya sampaikan, saya bantu Barito untuk bisa keluar dan itu sebuah tekad buat saya. Itu motivasi saya dan sampai saat ini optimisme masih ada terus di dalam hati saya untuk bisa keluar dari situasi sulit, tapi kadang kita dihadapkan masalah di luar planning kita tapi itu jadi tantangan baru buat saya,” kata Rahmad Darmawan, Selasa (1/2/2022).

Meski hingga pekan ke-22 ini Barito Putera masih berada di peringkat ke-17, pelatih yang akrab disapa RD itu tetap meyakini dirinya bisa membawa pasukan berjuluk Laskar Antasari itu keluar dari zona degradasi di akhir musim nanti.

BERITA VIDEO: Elly Sugigi Makin Cantik Setelah Potong Gigi, Ini Curhatannya

Hal yang membuatnya yakin salah satunya tekad dan semangat dari para pemain yang juga ingin membawa Barito Putera tampil maksimal di setiap pertandingannya.

“Oke saya akan ambil ini karena buat saya menyelamatkan Barito adalah sebuah yang luar biasa dan sampai saat ini saya yakin kami bisa dapatkan itu karena pemain sampai saat ini masih punya fighting spirit yang tinggi,” kata Coach RD.

“Hanya tadi saya sampaikan ada beberapa pemain lagi yang harus saya kasih waktu menit bermain lagi karena memang ini sebuah risiko untuk bisa hadapi kondisi di luar planning. Jadi kami harus siap dengan menurunkan semua pemain, jadi tidak ada sisi non teknis, kami masih bersatu, kami kompak,” tutur RD.

Absen

Selain itu, RD mengatakan bahwa kekalahan timnya pada laga kontra Bhayangkara, lantaran dirinya menggunakan plan B di mana dua pemain asingnya, Renan Alven dan Kim Jun-sung tidak boleh main.

Rahmad Darmawan tak menjelaskan secara detail mengapa dua pemain asingnya tidak boleh main, diduga Renan Alven dan Kim Jun-sung tak bisa main karena positif Covid-19.

“Sebetulnya kami terus berprogres dalam permainan, tapi ketika kami sudah bisa temukan tempo permainan kami malah dihadapkan masalah lain yang tidak bisa saya ceritakan. Anda tahu saya rasa. Kami harus kehilangan dua pemain asing di belakang dan itu di luar skema kami karena sampai kemarin kami buat simulasi mereka masih ada,” kata Rahmad Darmawan.

Selain hal itu, pelatih yang sukses membawa RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 musim depan itu juga menilai para pemainnya masih kurang pengalaman dari Bhayangkara FC.

Hal itu terlihat saat  Bayu Pradana dan kawan-kawan yang unggul lebih dulu tapi tidak bisa mengatur ritme permainan yang menurutnya itu sangat diperlukan sebuah tim

"Sekarang, saya tidak mau ini jadi satu eksis buat saya karena saya yakin anak-anak bisa, tapi itu tadi sepak bola kadang-kandang membutuhkan satu pengalaman dengan pengalaman bisa mengatur ritme kapan cepat, kapan pelan dan ini yang belum kami dapatkan di menit-menit akhir,” tutur Rahmad Darmawan.

“Bagaimana pun mengubah tim dalam hitungan jam dengan sebuah strategi yang berbeda itu kadang-kadang tidak berjalan dengan baik,” ucap Rahmad Darmawan.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved