Rabu, 3 Juni 2026

Pandemi Virus Corona

Mabes Polri Akui Ada Kelemahan dalam Karantina PPLN sehingga Muncul Mafia

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan memang ada kelemahan dalam sistem karantina PPLN, sehingga memungkinkan munculnya mafia.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan sistem karantina bagi PPLN memiliki banyak kelemahan dan harus diperbaiki. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengakui ada kelemahan dalam sistem karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Kelemahan itu ada pada pengawasan di Bandara kedatangan orang dari luar negeri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan hal itu dilihat dari kasus-kasus mafia karantina kesehatan yang pernah ditangani Polri.

Baca juga: Pesawat Susi Air Dikeluarkan Paksa oleh Satpol PP dari Hanggar, Susi Pudjiastuti: Kejutan Hari Ini

"Kelemahannya adalah di pengawasan bandaranya, dari mulai pintu kedatangan, pelaku perjalanan keluar dari pesawat ini ada oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya," ungkap Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022).

Dedi mengatakan ada oknum-oknum anggota yang menjemput kemudian menawarkan jasa lolos dari karantina kesehatan.

Dari tawaran itu, Warga Negara Asing (WNA) atau pelaku perjalanan akan resah dan tergiur untuk ikut tawaran tersebut.

Dedi memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar dapat memutus celah permainan tersebut.

Baca juga: Anies Baswedan Akhirnya Gelar Rapat untuk Evaluasi PTM 100 persen di Tengah Naiknya Varian Omicron

Mabes Polri mengeluarkan aplikasi monitoring presisi untuk memantau kedatangan dari luar negeri.

Aplikasi akan memantau pelaku perjalanan mulai dari keluar pesawat hingga masuk ke hotel karantina yang ditentukan.

"Jadi jangan sampai ada pelanggaran lagi dan harus sama-sama kita tegakkan apa yang menjadi regulasi dan aturan dari pemerintah yang sudah diputuskan," tandasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved