Ujaran Kebencian

Kuasa Hukum Keberatan Edy Mulyadi Ditahan, Polri: Sudah Sesuai Prosedur yang Diatur KUHAP

Pihaknya juga membantah tudingan kuasa hukum yang menyatakan Polri menyalahi prosedur.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan penahanan Edy Mulyadi telah melalui mekanisme gelar perkara. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri membantah penahanan Edy Mulyadi menyalahi prosedur.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan penahanan Edy Mulyadi telah melalui mekanisme gelar perkara.

"Penyidik mengambil langkah-langkah seperti itu sudah melalui mekanisme gelar perkara," kata Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Tambah 224 Orang, Hari Ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 4.814 Pasien Covid-19

Karena itu, kata Dedi, pihaknya juga membantah tudingan kuasa hukum yang menyatakan Polri menyalahi prosedur.

"Ini sudah sesuai prosedur yang diatur KUHAP," ucap Dedi.

Sebelumnya, tim kuasa hukum keberatan Edy Mulyadi ditahan, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian.

Baca juga: Lulus Seleksi Kualitas, Bekas Raja OTT KPK Harun Al Rasyid Semakin Dekat Jadi Calon Hakim Agung

Sebab, kata Herman Kadir, kuasa hukum Edy Mulyadi, kliennya belum diproses berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka.

"Pertama, kami keberatan dengan penahanan itu."

"Karena apa alasannya? Bang Edy itu belum di-BAP sebagai tersangka."

Baca juga: Luhut Minta Masyarakat yang Flu dan Batuk Tak Takut Tes Antigen Atau PCR

"Kan saya yang dampingi dari pagi sampai sore," kata Herman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/2/2022).

Herman menjelaskan, penahanan seseorang harus melalui proses BAP sebagai tersangka terlebih dahulu.

"Jadi artinya, di dalam KUHAP juga kan sudah jelas untuk menetapkan orang tersangka kan harus di-BAP dulu sebagai tersangka."

Baca juga: Azis Syamsuddin Ungkap Niat Ogah Berpolitik Lagi, Lebih Pilih Jadi Dosen Atau Advokat

"Baru bisa ditahan, kecuali kalau tangkap tangan," tutur Herman.

Namun, kata Herman, kliennya langsung dikeluarkan surat penetapan penangkapan.

Padahal, katanya, saat itu Edy Mulyadi belum di-BAP sebagai tersangka.

Baca juga: Lima Pasien Omicron di Indonesia Meninggal, Mayoritas Lansia dan 60 Persen Belum Divaksin Lengkap

"Kan tahu-tahu ada penetapan penangkapan."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved