Berita Jakarta

Terancam Dibui, Edy Mulyadi Minta Maaf ke Seluruh Sultan di Kalimantan dan Masyarakat Dayak

Edy mengaku tidak berniat menghina warga Kalimantan atas pernyataan jin buang anak yang pernah dilontarkannya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Youtube
Fakta Edy Mulyadi diduga menghina Kalimantan hingga Prabowo 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -Terancam dibui atas ucapannya yang dianggap menyinggung masyarakat tertentu, mantan politisi PKS Edy Mulyadi meminta maaf kepada seluruh sultan dan suku dayak di Kalimantan.

Permintaan maaf itu disampaikan Edy saat tiba di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk diperiksa atas dugaan kasus ujaran kebencian terhadap warga Kalimantan.

Edy mengaku tidak berniat menghina warga Kalimantan atas pernyataan jin buang anak yang pernah dilontarkannya.

Baca juga: Edy Mulyadi Pastikan Konsisten Tolak IKN di Kalimantan meski Hadapi Ancaman Penjara

"Saya kembali minta maaf sedalam-dalamnya sebesar-besarnya," ujar Edy kepada awak media di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2022).

Edy mengatakan bahwa pernyataan tersebut semata-mata hanya karena penolakannya terhadap Penajem Paser Utara di Kalimantan Timur yang dipilih menjadi Ibukota negara (IKN).

Menurutnya, tanah Kalimantan sudah cukup dieksploitasi selama ini karena sumber daya alam (SDA) yang besar.

Maka dari itu Edy meminta maaf kepada seluruh suku dayak dan sultan-sultan di Kalimantan.

"Musuh saya bukan penduduk Kalimantan, bukan suku ini, suku itu segala macam tidak. saya sekali lagi minta maaf kepada sultan sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu atau apa sebagainya. Termasuk suku sukunya. Suku Paser, Suku Kutai segala macam, termasuk suku dayak tadi, semuanya saya minta maaf," tuturnya.

Baca juga: GERAM, Kapolda Maluku Langsung Penjarakan Brimob yang Tembak Warga dan Bekingi Tambang Emas Ilegal

Sebelumnya mantan politisi PKS Edy Mulyadi diserbu laporan polisi usai hina Kalimantan yang dipilih menjadi Ibukota baru negera Indonesia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan laporan polisi untuk Edy Mulyadi dilayangkan di beberapa Polda di Indonesia dan juga Mabes Polri.

Di Bareskrim Polri ada dua laporan polisi yang dilayangkan untuk Edy Mulyadi pada Senin (24/1/2022).

"Selain dua laporan ada enam pernyataan sikap dan enam pengaduan dari berbagai elemen masuk terkait ujaran kebencian yang dilakukan oleh EM," ujar Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).

Selain Bareskrim, Polda Kalimantan Timur juga telah menerima satu laporan polisi untuk Edy Mulyadi.

Lalu ada 10 pengaduan dan tujuh pernyataan sikap yang dilayangkan warga Kalimantan Timur.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved