Pemilu 2024

Pengamat Kritisi Masa Kampanye Pileg dan Pilpres yang Mencapai Empat Bulan, Bikin Jebol Kantong

Pengamat politik Ujang Komarudin menyoroti masa kampanye Pemilu 2024 yang mencapai empat bulan. Ini luar biasa lama dan akan menyedot anggaran.

Editor: Valentino Verry
Istimewa via Tribunnews
Pengamat politik Ujang Komarudin menyoroti masa kampanye Pemilu 2024 yang sangat lama yakni empat bulan. INi tak efektif karena akan menyedot anggaran besar bagi para caleg dan capres/cawapres. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin tak setuju dengan masa kampanye yang ditetapkan KPU.

Sebab, untuk Pileg, Pilkada, dan Pilpres ditetapkan masa kampanye Pemilu 2024 adalah selama 120 hari atau empat bulan.

Menurut Ujang, itu terlalu lama bagi para caleg di Pileg, dan juga capres/cawapres di Pilpres 2024.

Ini harus dipertimbangkan KPU, karena kampanye terlalu lama bakal menyedot anggaran.

Baca juga: Satpol PP Jakarta Timur Kerahkan 130 Personel Amankan Ibadah Imlek 2022

Tentu untuk caleg, capres/cawapres, yang kantongnya tebal itu tak masalah.

Namun, bagi yang pas-pasan tentu akan pusing tujuh keliling.

Ujang khawatir itu menjadi pemicu bagi politisi yang saat ini sudah berkarier menjadi anggota dewan atau pejabat publik, berlomba mengumpulkan uang secara tak halal.

"Karena makin lama kampanye, makin kempes kantong, dan makin banyak yang dijual (jual tanah dan lain-lain untuk biaya kampanye)," kata Ujang, Senin (31/1/2022).

"Begitu juga untuk capres dan cawapres, empat bulan akan banyak keluar rupiah dan dolar," tambahnya.

Baca juga: Sandiaga Uno akan Tindak Tegas Hotel yang Bermain Dalam Karantina, Buntut Laporan Wisman Ukraina

Ujang pun menyampaikan usul, agar masa kampanye Pemilu dilakukan tak telalu lama.

Ia pun menyebut, waktu 90 hari hari atau tiga bulan cukup untuk para caleg serta capres-cawapres melakukan kampanye.

"Yang tengah-tengah saja, yang sedang-sedang saja, waktu lamanya kampanye itu. 90 hari atau 3 bulan itu cukup. Kecepatan tidak, dan kelamaan tidak," jelas Ujang.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mempertimbangkan usulan sejumlah anggota Komisi II DPR agar masa kampanye Pemilu 2024 diperpendek.

Baca juga: Jelang Diperiksa Polisi, Edy Mulyadi Malah Kehilangan HP, Kuasa Hukum: Namanya Orang Panik Jadi Lupa

"Terkait dengan usulan untuk memperpendek masa kampanye Pemilu 2024, sebagaimana usulan beberapa anggota Komisi II DPR RI dalam RDP yang lalu," ucap Komisioner KPU Pramono Ubaid kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved