Ujaran Kebencian

Merasa Bakal Ditahan Usai Diperiksa Penyidik, Edy Mulyadi Bawa Pakaian ke Bareskrim Polri

Kantong itu ditunjukkan saat Sekjen GNPF Ulama tersebut menemui awak media.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa via Tribunnews
Edy Mulyadi membawa pakaian saat memenuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri, atas kasus dugaan ujaran kebencian. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Edy Mulyadi membawa pakaian saat memenuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri, atas kasus dugaan ujaran kebencian.

Ia menduga bakal ditahan seusai diperiksa penyidik.

Edy Mulyadi tampak membawa kantong berwarna kuning berisi pakaian.

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 Indonesia Paling Rendah Dibanding Lima Negara di Asia Ini

Kantong itu ditunjukkan saat Sekjen GNPF Ulama tersebut menemui awak media.

"Persiapan saya bawa ini."

"Saya bawa pakaian, dan karena saya sadar betul karena teman-teman saya yang luar biasa ini sadar betul bahwa saya dibidik," ujar Edy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Empat Kader Digadang Jadi Calon Kepala Otoritas IKN, Sekjen PDIP: Keputusan di Tangan Jokowi

Menurut Edy, kasus yang menjeratnya tersebut bukan hanya persoalan hukum.

Ia mengklaim kasus tersebut bernuansa politis.

"Saya menduga dan teman-teman lawyer yang luar biasa ini menduga akan ditahan."

Baca juga: Pemerintah Pastikan Data Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Real Time

"Tapi bukan karena dua hal tadi."

"Sejatinya sesungguhnya bobot politisnya jauh-jauh lebih besar dari persoalan hukumnya," jelas Edy.

Edy menyatakan, pihak yang membidiknya agar ditahan tidak suka karena dirinya kerap kritis di sosial media.

Baca juga: LaporCovid-19 Nilai Narasi Pemerintah Seolah-olah Omicron Tak Membahayakan Bikin Masyarakat Abai

Namun, dia tidak menjelaskan pihak mana yang tengah membidik dirinya.

"Saya dibidik bukan karena ucapan, bukan karena tempat jin buang anak."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved