Formula E

Politisi PDIP Prediksi Ajang Formula E Bakal Terganggu Akibat Direktur Keuangan Jakpro Mundur

Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak memprediksi mundurnya Yuliantina Wangsawiguna dari jabatan direktur keuangan PT Jakpro akan berdampak pada Formula E

Kompas.com
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak memprediksi ajang balap Formula E akan terganggu akibat direktur keuangan PT Jakpro mundur. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Keuangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Yuliantina Wangsawiguna resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengatakan bahwa adanya pergantian tersebut dapat mempengaruhi jalannya penyelenggaraan ajang Formula E.

Menurut Gilbert, perlu waktu penyesuaian pergantian jabatan dari Yuliantina kepada Leonardus W Wasono Mihardjo.

Hal tersebut dikarenakan bagian keuangan menjadi faktor penting dalam suatu perusahaan.

Baca juga: RSUD Kota Tangerang Siapkan Dua Bangsal Antisipasi Lonjakan Covid-19, BOR Capai 70 Persen

Alhasil, dikhawatirkan berdampak juga pada penyelenggaraan ajang mobil listrik bertaraf internasional itu yang akan digelar beberapa bulan lagi.

"Pasti berpengaruh, setidaknya kalian harus menyesuaikan dengan gayanya dia, polanya pikirnya dia,” ujarnya, Minggu (30/1/2022).

“Sekarang direktur keuangan baru, emang dia tahu apa aja keuangan Jakpro, bagaimana, segala macem?” imbuhnya.

“Dia mesti melihat juga anak buahnya jujur apa nggak, ini benar apa nggak. Semua itu butuh waktu buat beradaptasi dengan waktu yang begitu sempit," ucap Gilbert.

Mantan Direktur Keuangan PT Jakpro, Yuliantina Wangsawiguna, mengundurkan diri secara mendadak karena sakit. Selama dia sibuk mengurusi persiapan ajang balap Formula E yang menyita anggaran.
Mantan Direktur Keuangan PT Jakpro, Yuliantina Wangsawiguna, mengundurkan diri secara mendadak karena sakit. Selama dia sibuk mengurusi persiapan ajang balap Formula E yang menyita anggaran. (line today)

Kendati demikian, politisi PDIP ini menyebut ajang Formula E merupakan sesuatu yang terlalu dipaksakan.

"Bahkan dari awal saya sudah bilang itu dipaksakan,” ujarnya.

“Sebaiknya dievaluasi ditunda, hasil audit BPK mengatakan bahwa Formula E ini akan merugi Rp 1 miliar dan rekomendasi dari BPK adalah kaji ulang, feasibility study (studi kelayakan atau kajian ilmiah),” ucapnya.

“Itu kan tidak dikerjakan. Kalau itu dikerjakan tahun lalu, itu masih merugi Rp 1 miliar, apalagi dikerjakan sekarang semua tergesa-gesa," jelasnya.

Baca juga: Satu Unit Mobil Mercy di Kemang Pratama Bekasi Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Dirinya juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar menunda penyelenggaraan yang tersisa 124 hari ini.

"Stop aja Formula E tunda dulu sampai kemudian keuangan PAD jelas dan segala macem,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved