Breaking News:

Berita Tangerang

Pedagang Minyak Goreng di Pasar Bukit Pamulang II Minta Pemerintah Indonesia Ganti Rugi

Meski Pemerintah telah menentukan satu harga untuk minyak goreng, namun para pedagang pasar tradisional belum menerapkannaya

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Rizki Amana
Minyak goreng kemasan yang dijual di Lapak Ahmad, pedagang sembako di Pasar Bukit Pamulang II, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Pemerintah Indonesia mencanangkan kebijakan satu harga bagi minyak goreng kemasan 1 liter Rp 14.000.

Kebijakan tersebut telah direalisasikan pemerintah pada Rabu (19/1/2022) melalui penjualan di ritel modern.

Sementara, kebijakan satu harga bagi minyak goreng kemasan 1 liter bakal diterapkan bagi pedagang pasar tradisional sepekan usai pelaksanaannya. 

Namun usai sepekan kebijakan itu direalisasikan pada Rabu (19/1/2022), pedagang Pasar Bukit Pamulang II, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku belum memberlakukan satu harga untuk minyak goreng kemasan 1 liter dengan harga Rp 14.000.

Semisal, Ahmad (33) pedagang minyak goreng di Pasar Bukit Pamulang II.

Baca juga: Sudah Sepekan, Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional di Jaksel Masih Tinggi  

Menurutnya saat ini pihaknya masih menjual minyak goreng kemasan per 1 liter dengan harga Rp 22.000.

"Kita masih jual Rp 20.000 kemasan per liter paling murah, ada juga yang harga Rp 22.000," ucapnya saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi dagangnya, Pamulang, Kota Tangsel, Kamis (27/1/2022).

Kendati masih menjual dengan harga tersebut, Ahmad mengaku telah mendapatkan informasi kebijakan pemerintah terkait satu harga untuk minyak goreng kemasan. 

Namun, ia mengaku tak dapat melakukan penjualan harga minyak goreng sesuai kebijakan pemerintah. 

Pasalnya, terdapat stok barang lama yang masih menumpuk di tempatnya mencari nafkah tersebut. 

"Saya sudah dengar harga Rp 14.000. Tapi kalau menurut saya koordinasi dululah sama pedagang karena stok barang di agen itu kan banyak jadi enggak bisa diturunkan langsung, kalaupun mau turun sedikit-sedikit harganya," ucap Ahmad. 

Baca juga: LOTTE Grosir Dukung Kebijakan Kesetaraan Harga Minyak Goreng bagi Masyarakat

"Kan waktu masih naik kita beli dengan harga yang tinggi, contohnya untuk yang kemasan 2 liter kita masih beli Rp 37.500. Kalau misalkan modal Rp 37.500 kita jual Rp 28.000 (untuk 2 liter) kita enggak untung malah buntung," sambungnya. 

Ia pun berharap agar pemerintah dapat mencari solusi di tengah banyakan stok minyak goreng kemasan yang masih memiliki harga Rp 20.000 per liter di pasar tradisional. 

"Sebelum diterapkan harga Rp 14.000 seharusnya pemerintah survei dulu ke pedagang. Di pedagang ada berapa selisihnya, ya dibayar pemerintah biar sama-sama enak. Kalau misalkan kita ikutin harga pemerintah sekarang kita rugi," pungkasnya. (riz) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved