KSAL Minta 22 KRI Dimusnahkan karena Ganggu Operasional di Dermaga, Ada yang Sudah Tenggelam

Yudo mengatakan, keberadaan kapal tersebut mengganggu operasional di dermaga.

Editor: Yaspen Martinus
Dok Koarmada I
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan, selain meminta persetujuan penjualan dua eks KRI, pihaknya juga mengajukan penghapusan 22 KRI. Latihan tersebut sekaligus inspeksi terhadap kesiapan operasional unsur-unsur TNI Angkatan Laut khususnya Koarmada I dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dari kapal musuh pada saat melakukan operasi di laut. 

"Secara teknis bahwa kondisi material tidak layak digunakan dan perpipaan banyak yang keropos," ungkap Prabowo di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta.

Baca juga: KPK Bilang NFT Berpotensi Dipakai untuk Mencuci Uang Haram

Kemudian, lanjut Prabowo, permesinan kelistrikan, peralatan navigasi komunikasi dan instrumen di anjungan sudah tidak bisa digunakan lagi.

Begitu pula dengan kondisi platform, tidak layak digunakan serta tidak efisien untik diperbaiki.

"Dengan melihat kondisi tersebut, maka didapatkan nilai taksiran limit jual atau lelang dari KRI Teluk Penyu 513 sebesar Rp4,91 miliar, dengan nilai perolehan sebesar Rp121,03 miliar."

"Dan KRI Teluk Mandar 514 nilai limit sebesar Rp695 juta, dengan nilai perolehan Rp121,89 miliar," bebernya. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved