Tren Bedah Robotik di Indonesia Maju Pesat, Perlu Diimbangi Peningkatan Jumlah Dokter Ahli

Peningkatan jumlah dokter serta kemampuan mereka dalam bidang robotic surgery jadi pendorong kemajuan tren robotic surgery di Indonesia.

istimewa
Teknologi Robotic Surgery di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM - Seiring kemajuan teknologi, metode pengobatan penyakit juga semakin berkembang pesat. Sudah banyak alat canggih yang bisa menyelamatkan jiwa manusia, juga membantu dokter dalam menjalankan tugasnya.

Salah satunya yang kini menjadi perbincangan di masyarakat adalah teknik operasi menggunakan bedah robotik (robotic surgery).

Managing Director Bundamedik Healthcare System (BMHS) Yudiyantho menjelaskan, di tengah peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap robotic surgery, peningkatan jumlah dokter serta kemampuan mereka dalam bidang robotic surgery memang menjadi kunci pendorong kemajuan tren robotic surgery di Indonesia.

“Hingga kini, ada lebih dari 27.000 dokter di Amerika Serikat dan lebih dari 14.000 dokter di negara-negara lainnya yang mampu melakukan robotic surgery,” ungkap Yudiyantho, dalam keterangan resmi, Rabu (26/1/2022).

Yudiyantho menyebutkan, bahwa untuk robot Da Vinci sebagai sistem bedah robotik yang digunakan dalam prosedur robotic surgery, sudah ada sekitar 6.000 robot, dengan hampir 700 diantaranya tersebar di Asia Tenggara per 2019.

“Ini tentu jadi motivasi bagi kami juga untuk terus mendorong kemajuan robotic surgery Indonesia yang kompetitif, khususnya melalui strategi pengembangan SDM tenaga medis, sehingga bisa memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pasien,” ujarnya.

Inovasi robotic surgery pertama di Indonesia

Adapun inovasi robotic surgery untuk pertama kalinya dikembangkan Indonesia pada 2012, di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, berkat tangan dingin Dr. dr. Ivan Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, yang menjadi pelopor dan satu-satunya rumah sakit yang menyediakan robotic surgery di Indonesia hingga saat ini.

dr. Ivan Sini menjadi pelopor penyediaan robotic surgery di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta dan menjadi satu-satunya rumah sakit yang menyediakan robotic surgery di Indonesia hingga saat ini.
dr. Ivan Sini menjadi pelopor penyediaan robotic surgery di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta dan menjadi satu-satunya rumah sakit yang menyediakan robotic surgery di Indonesia hingga saat ini. (istimewa)

Dimulai dengan dua dokter ahli robotic surgery serta jumlah dan jenis kasus yang terbatas, tren robotic surgery pun telah maju pesat.

Kini, sudah ada 16 dokter spesialis tersertifikasi robotic surgery di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta dari berbagai spesialisasi yang dapat melakukan robotic surgery, dengan hampir 600 kasus beragam yang sudah ditangani, mulai dari kasus ginekologi hingga urologi.  

Di awal Januari 2022, Rumah Sakit Umum Bunda  Jakarta pun berhasil melakukan operasi pengangkatan prostat dengan teknologi robotik Indonesia.

“Dengan meningkatnya minat masyarakat dan kemajuan teknologi saat ini, kedepan kami juga akan segera memperluas pengembangan robotic surgery di Indonesia ke layanan bedah robotik untuk kasus bedah digestif, onkologi, bedah thorax, dan bedah THT,"  tambah Yudiyantho.

Walaupun bersifat robotik yang dilengkapi sistem komputer, seluruh pengambilan keputusan dalam proses pembedahan tetap dilakukan oleh dokter ahli.

Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor. Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus apabila dilakukan dengan robot, gerakan umpan balik yang terkendali dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia.

Tujuan utama dari instrumen hebat tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka. 

Pada umumnya, robotic surgery dipilih pasien karena operasi yang lebih singkat, pengurangan efek pendarahan, dengan rasa nyeri pasca operasi lebih ringan serta waktu penyembuhan lebih cepat, sehingga mempersingkat lama rawat pasca operasi. Robotic surgery pun akurat, dan lebih presisi dibanding laparoscopy. 

“Di 2022 ini, kami fokus untuk terus memperluas layanan robotic surgery dengan teknologi mutakhir untuk penanganan mioma uteri, kista ovarium, operasi angkat rahim, kanker usus, operasi bariatrik, operasi hernia, kanker prostat, kanker ginjal serta operasi angkat prostat dengan ahli terbaik di bidangnya,” pungkas Yudiyantho.(dip)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved