Pembelajaran Tatap Muka

P2G Desak Anies Baswedan Terapkan Skema PTM Terbatas 50 Persen Jika Mau Menyelamatkan Siswa dan Guru

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Anies Baswedan untuk tak keras kepala, segera mengubah PTM menjadi 50 persen.

Tangkapan kamera
Guru yang behimpun di P2G minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak keras kepala, untuk secepatnya mengubah PTM menjadi 50 persen mengingat penyebaran virus Covid-19 makin parah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Ibu Kota kian meningkat, DKI Jakarta adalah penyumbang kasus Covid-19 terbanyak yakni 2.190 kasus per 25 Januari 2022.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) buka suara terkait hal itu.

Adanya peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, berdampak kepada pendidikan khususnya sekolah di Jakarta.

Baca juga: Shin Tae-yong Kecewa Akibat Virus Covid-19 Meningkat Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

Bahkan, sebanyak 90 sekolah yang ditutup, menghentikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, akibat siswa dan guru positif Covid-19.

Sehingga, kondisi tersebut membuat para guru, orang tua, dan siswa merasa cemas dalam melaksanakan PTM 100 persen yang masih berjalan.

Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengatakan PTM 100 persen berlangsung di tengah kekhawatiran terus meningkatnya kasus Covid-19.

PTM 100 persen di tengah kondisi ini sejatinya tidak aman bagi guru dan siswa.

"P2G meyakini, sebenarnya yang tutup lebih dari 90 sekolah, sebab ada orang tua yang belum lapor ke sekolah dan Disdik," ucap Iman pada keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, jumlah sekolah yang menghentikan PTM 100 persen terus bertambah setiap minggu.

ILustrasi PTM 100 persen, sangat berbahaya bagi penyebaran virus Covid-19 karena siswa tanpa jarak.
ILustrasi PTM 100 persen, sangat berbahaya bagi penyebaran virus Covid-19 karena siswa tanpa jarak. (Warta Kota/ Junianto Hamonangan)

Ia menuturkan bahwa semula 39 sekolah, lalu 43 sekolah, dan sekarang 90 sekolah. Padahal Jakarta belum 1 bulan PTM. Setiap minggu angkanya akan terus bertambah.

"Kami meminta Dinas Kesehatan provinsi gencar melakukan swab PCR dan active case finding (ACF) kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus", jelas dia.

Ia menegaskan skema PTM 100 persen Jakarta  di tengah menghadapi kondisi gelombang ketiga Covid-19, secara psikologis sebenarnya cukup mencemaskan bagi guru dsn orangtua.

Terpisah, Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim mengatakan dengan kasus Covid-19 yang meningkat ini dapat menggangu pikiran dan kenyamanan belajar di sekolah.

Baca juga: Cari Kepala Otorita IKN, Jokowi Bentuk Tim Kecil untuk Kasih Masukan dan Pertimbangan

"Coba rasakan, bagaimana guru, siswa berinteraksi kayak sekolah normal, sebab 100% siswa masuk setiap hari. Sementara itu angka kasus meningkat tajam tiap hari. Ini mengganggu pikiran dan kenyamanan belajar di sekolah," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved