Ibu Kota Pindah

Cari Kepala Otorita IKN, Jokowi Bentuk Tim Kecil untuk Kasih Masukan dan Pertimbangan

Ali mengatakan, tim kecil tersebut tidak bertugas menyeleksi, melainkan hanya memberi masukan dan mengevaluasi.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya tim kecil untuk memberi masukan soal calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya tim kecil untuk memberi masukan soal calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu diungkapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Ali mengatakan, tim kecil tersebut tidak bertugas menyeleksi, melainkan hanya memberi masukan dan mengevaluasi.

Baca juga: Jokowi Diharapkan Pilih Putra Asli Kalimantan Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara Nusantara

"Ada tim kecil yang Bapak Presiden tunjuk."

"Tentu saja tidak dalam posisi menyeleksi, tapi paling tidak tim kecil itu mengevaluasi, memberikan masukan, memberikan pertimbangan," ungkap Ali kepada wartawan, Rabu, (26/1/2022).

Ali mengatakan, masukan dari tim kecil tersebut nantinya menjadi pertimbangan Presiden dalam memilih Kepala Otorita IKN.

Baca juga: Satgas Covid-19: Untuk Pertama Kali Kita Berhasil Lewati Libur Nataru dengan Kasus Terkendali

Siapapun yang ditunjuk Presiden menjadi Kepala Otorita IKN, merupakan hasil pertimbangan matang.

"Bahwa nanti Presiden punya hak prerogatif ya, begitu menurut ketentuan undang-undang, kan jadi tidak hal yang perlu dikhawatirkan."

"Itu hak prerogatif Presiden. Undang-undang menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. Presiden punya pertimbangan," papar Ali.

Baca juga: Ketua Komnas KIPI Pastikan Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ubah DNA Manusia, Tidak Masuk ke Inti Sel

Ali mengatakan, tidak ada kepentingan apapun dalam pemilihan Kepala Badan Otorita, termasuk kepentingan politik.

Kepentingan dalam pemilihan kepala Badan Otorita, kata Ali, adalah bagaimana IKN segera siap.

"Tidak ada, tidak ada lagi. Presiden Jokowi itu, sudah tidak ada lagi kepentingan politiknya."

Baca juga: Komitmen Jaga Kerahasiaan Data Diabetesi, Aplikasi Ini Diganjar Sertifikasi ISO 27001

"Untuk apa? Kepentingan politik apa lagi yang dari Pak Jokowi. Orang 2024 sudah selesai."

"Terus pertimbangan politik apa? Tidak ada. Kecuali pertimbangan yang paling terpenting adalah ibu kota negara itu harus segera siap," beber Ali.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved