Minyak goreng

Dinas PPKUKM DKI Bakal Mengawasi Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran

para pelaku ritel modern yang memiliki stok minyak goreng diimbau agar menerapkan pembatasan penjualan minyak goreng

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Hironimus Rama
Minyak goreng murah dipaarkan di ritel modern. Emak-emak pun rela antre untuk mendapatkan komoditas tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta turut melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan terkait ketersediaan minyak goreng di pasaran.

Harapannya, kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter dan Rp 28.000 setiap dua liter dapat berjalan baik.

“Selain melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan, kami dan Kementerian Perdagangan juga telah melakukan operasi pasar minyak goreng pada tanggal 14 - 19 Januari 2022 di lima (lima) wilayah Kota Administrasi,” kata Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Ratu Rante Allo berdasarkan keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Ratu mengimbau kepada para pelaku ritel modern yang memiliki stok minyak goreng agar menerapkan pembatasan penjualan minyak goreng, yaitu maksimal sebanyak dua liter per orang.

Di juga meminta kepada masyarakat agar tidak panik dengan membeli minyak goreng berlebihan, karena pemerintah daerah akan berupaya menyediakan minyak goreng tersebut.

“Namun demikian, kami menyadari bahwa masih terdapat kendala yang dihadapi dan belum bisa dikatakan berjalan sesuai harapan,” ucap Ratu.

Ratu mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) serta Ditjen Barang Pokok dan Penting dari Kementerian Perdagangan RI terkait ketersediaan minyak goreng di pasaran.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Dipatok Rp 14.000 per Liter, Wagub DKI Ariza Minta Warga Jakarta Tidak Khawatir

Sebagai catatan, kebijakan pemerintah pusat ini akan dilaksanakan selama enam bulan, dan Dinas PPKUKM akan terus berkoordinasi Kemendag.

“Kami berharap stok minyak goreng di pasaran dapat terpenuhi, dan harga minyak goreng juga dapat mencapai angka sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujar Ratu.

“Sekali lagi, kami tentunya akan selalu berkoordinasi dan meminta agar pasokan minyak goreng terus dijaga kestabilannya oleh Kementerian Perdagangan RI, sehingga kepastian satu harga bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah memberlakukan minyak goreng satu harga di supermarket, pasar tradisional dan juga online sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 28.000 untuk dua liter, mulai Rabu, 19 Januari 2022 pukul 00.01.

Minyak goreng satu harga tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan untuk Kebutuhan Masyarakat dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved