Penganiayaan

Penjual Air Mineral Aniaya Sopir Truk di Tanjung Priok Kesal Barang Dagangan tak Dibeli

Kesal barang dagangannya tak dibeli, seorang penjual air mineral justru menganiaya sopir truk.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama menunjukkan foto penjual air mineral yang menganiaya sopir truk. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DW (26), seorang penjual air mineral menganiaya sopir truk di kawasan Industri 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara, karena barang dagangannya tidak dibeli oleh korban.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan pelaku melakukan aksinya dengan modus memaksa para sopir truk membeli air mineral yang dijualnya.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tembus 1.626 Orang, Dua Pasien Meninggal

"Kalau tidak dibeli, yang terjadi pada kesempatan kali ini dia memukul sopir truk sehingga sopir truk tersebut luka-luka," katanya, Senin (23/1/2022).

Tidak hanya itu, air mineral kemasan botol yang berukuran 1,5 liter tersebut dijual pelaku kepada para sopir truk dihargai lebih mahal dari biasanya.

"Aqua botol besar yang biasa dijual seharga Rp 5.000, saat ini dijual Rp 7.500 kepada sopir truk atau pengangkutan barang yang ada di sekitar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok," tuturnya.

Namun demikian aksi pelaku tidak berlangsung lama setelah ditangkap jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena menganiaya seorang sopir truk hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran.

"Tersangka DW memukul korban dari belakang dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal dan pukulannya mengenai mata kanan sopir dan hidung serta pipi," ucap Wiratama.

Ilustrasi - Penjual air mineral menganiaya sopir truk karena tak beli barang dagangannya.
Ilustrasi - Penjual air mineral menganiaya sopir truk karena tak beli barang dagangannya. (Tribunnews.com)

Atas perbuatannya itu pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Sementara itu barang bukti yang disita yakni satu buat jaket warna merah yang dipakai pelaku saat kejadian.

"Yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 351 KUHP ancaman paling lama 2 tahun 8 bulan," kata Wiratama.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved