OTT KPK

Boyamin Saiman Bilang OTT Kini Tak Bermutu, KPK: Butuh Kerja Sama, Bukan Ujaran Tanpa Fakta

Dia menilai, operasi senyap yang belakangan ini dilakukan oleh KPK, hanya untuk menggambarkan lembaga antirasuah itu sedang bekerja.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) yang menyebut operasi tangkap tangan (OTT) belakangan kurang bermutu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) yang menyebut operasi tangkap tangan (OTT) belakangan kurang bermutu.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, rangkaian OTT KPK pada awal 2022 menjadi wujud komitmen lembaganya, untuk terus berikhtiar serius dalam upaya pemberantasan korupsi melalui strategi penindakan.

"Namun, apakah keseriusan strategi penindakan akan menghilangkan fokus pendekatan pencegahan dan pendidikan? Hal tersebut tentu tidak," kata Ali kepada Tribunnews, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Khatib Jumat Diminta Masukkan Nilai Moderasi dalam Materi Khotbah, Ajak Umat Tak Jelekkan Agama Lain

Dari peristiwa OTT, jelas Ali, tim pencegahan akan mengkaji untuk bisa menghasilkan rekomendasi perbaikan sistem, agar tata kelola pada institusi yang terlibat tersebut dapat melakukan akselerasi penutupan celah-celah rawan korupsi.

Demikian halnya strategi pendidikan, tutur Ali, KPK terus menginternasilasi nilai-nilai integritas dan kesadaran individu agar menjauhi praktik-praktik korupsi.

"Keberhasilan upaya tersebut tentu butuh kerja bersama yang saling bahu-membahu."

Baca juga: Guntur Sukarnoputra kepada Megawati Sukarnoputri: Selamat Ulang Tahun ke-75, Adis

"Bukan ujaran tanpa fakta yang justru hanya akan menimbulkan kontraproduktif dan pesimisme publik."

"Hal itu tentu sangat disayangkan dalam sebuah orkestrasi pemberantasan korupsi yang terus kita rawat untuk membangun budaya antikorupsi," papar Ali.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyoroti gencarnya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di awal 2022.

Baca juga: Vaksin Booster Semakin Efektif Hadapi Omicron Jika Kelompok Berisiko Diprioritaskan

Boyamin menilai, OTT yang dilakukan KPK berkurang mutunya.

Dia menilai, operasi senyap yang belakangan ini dilakukan oleh KPK, hanya untuk menggambarkan lembaga antirasuah itu sedang bekerja.

Baca juga: Nomor Polisi Lima Mobil Arteria Dahlan Sama, IPW: Ini Pelanggaran Hukum, Polisi Jangan Diam!

"KPK memang kemudian tidak bermutu sekarang, semakin menurun pemberantasan korupsinya."

"Pertama dulu menggembar-gemborkan pencegahan, namun sekarang hanya retorika enggak ada hasilnya, enggak ada sistemnya seperti apa sampai dua tahun ini."

"Maka supaya kelihatan bekerja ya maka melakukan penangkapan," kata Boyamin melalui tayangan video kepada Tribunnews, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 20 Januari: Rekor Tertinggi di 2022, Pasien Positif Tambah 2.116 Orang

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved