Lifestyle

Kenali Tubuh saat Kekurangan Vitamin D dan Cara Mencegahnya

Di masa pandemi virus corona kita harus banyak mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin, agar tubuh tetap bugar.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Valentino Verry
kompas.com
Ilustrasi - Vitamin D memiliki banyak manfaat di masa pandemi virus corona ini, karena itu mengonsumsi secara rutin bisa sehat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat. Namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali.

Menurut dr. Adam Prabata, General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science, banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan.

Baca juga: PP Muhammadiyah Bangga Indonesia Bisa Gelar MotoGP di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Misalnya termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan, tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai dilihat dari kebiasaan berpakaian, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup dengan aktivitas luar ruangan yang terbatas, serta kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D.

“Tentu hal ini pada akhirnya berdampak pada kesehatan, khususnya daya tahan tubuh,” kata dokter Adam dalam webinar bersama Combiphar lewat Fortiboost D3 1000 IU belum lama ini.

Apa saja gejala kekurangan vitamin D?

Beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh. Seseorang menjadi rentan sakit dan cepat lelah.

Baca juga: Bepe Pertegas Target Persija Jakarta pada Skuad, Finish Tiga Besar dan Jadi Juara Liga 1 Musim Depan

Rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat.

Misalnya seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan. Anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai pun memiliki risiko kemungkinan menderita rakhitis.

"Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit,” kata dokter Adam.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Minta Masyarakat Tenang, Cukup Waspada dan Prokes Ketat saat Omicron Meningkat

Terkait hal itu, ia pun memberikan tiga langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D. Apa saja?

1. Cek Kadar Vitamin D

Melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala. Pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 30-100 ng/mL.

2. Dapatkan Vitamin D dari Makanan dan Outdoor

Memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D dab memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D.

Baca juga: Hanung Bramantyo Cerita Alami Syaraf Kejepit karena Suka Main HP dan Olahraga Asal-asalan

Jangan lupa perhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan. Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang kita konsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.

3. Suplemen

Mengonsumsi suplemen vitamin D karena memastikan makanan yang dikonsumsi hanya dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin D dalam tubuh. 

"Berjemur tidak cukup untuk memenuhi 80 persen sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari secara optimal, maka suplementasi sangatlah dibutuhkan," kata dokter Adam.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved